Makna LATE BLOOMER
Pernah nggak kamu melihat teman-temanmu sudah sampai di titik tertentu dalam hidup, lalu diam-diam bertanya,
“Kok aku belum sampai di sana?”
Temanmu sudah punya karier yang bagus.
Teman yang lain sudah punya bisnis.
Ada yang sudah punya banyak pencapaian.
Sementara kamu masih merasa sedang mencari arah.
Lalu muncul pertanyaan lain:
“Am I falling behind?”
Mungkin tidak.
Mungkin kamu hanya seorang late bloomer.
Kita terlalu sering menganggap hidup punya jadwal yang sama untuk semua orang. Lulus di usia tertentu. Mendapat pekerjaan di usia tertentu. Sukses di usia tertentu. Punya pencapaian besar sebelum usia tertentu.
Padahal manusia bukan mesin yang bekerja dengan timeline yang sama.
Ada orang yang tahu apa yang ingin dilakukannya sejak usia 20-an. Ada yang baru menemukannya setelah usia 30. Ada yang baru berani memulai sesuatu yang benar-benar ia sukai setelah bertahun-tahun menjalani hidup dengan cara yang berbeda.
Dan itu tidak membuat mereka gagal.
Mereka hanya membutuhkan waktu yang berbeda untuk tumbuh.
Kadang kita juga lupa bahwa kehidupan seseorang yang terlihat “lebih cepat” belum tentu lebih mudah. Kita hanya melihat hasil akhirnya, bukan perjalanan panjang yang ada di belakangnya.
Jadi, kalau hari ini kamu merasa tertinggal karena melihat pencapaian orang lain, mungkin pertanyaannya bukan,
“Why am I so late?”
Coba ganti dengan,
“What am I growing into?”
Karena mungkin kamu memang belum sampai.
Tapi bukan berarti kamu tidak akan sampai.
Bunga pun tidak semuanya mekar pada waktu yang sama.
Ada yang mekar lebih awal.
Ada yang membutuhkan lebih banyak waktu.
Dan tidak ada yang menyebut bunga yang mekar belakangan sebagai bunga yang
gagal.
Maybe you’re not late.
Maybe you’re simply blooming in your own time.