Making English Conversation Club: The Do’s dan The Don’ts

Di bawah ini adalah the Do’s dan the Don’ts yang perlu diperhatikan agar English Conversation Club berjalan lancar, efektif, menyenangkan, produktif, dan kegiatan-kegiatannya memberi manfaat maksimal.
The Do’s
1. Make a clear and consistent Schedule
Tentukan rencana dan struktur kegiatan yang sesuai. Tentukan waktu pertemuan secara rutin (misalnya, mingguan atau dua kali sebulan).
Usahakan pertemuannya dilakukan secara konsisten agar progress peserta bisa lebih baik.
2. Set Clear Goals
Untuk bisa maksimal, maka dari awal harus ditentukan apa tujuan utama English conversation club ini.
Tentukan tujuan untuk setiap sesi, seperti memperbaiki pelafalan (pronunciation), memperluas kosa kata, atau melatih kelancaran (fluency). Ini akan membantu anggota memahami manfaat setiap kegiatan.
3. Develop Activity Plan and Decide the Learning Materials
Berdasarkan tujuan yang ditetapkan, susun kegiatan-kegiatan yang relevan sekaligus materi apa yang akan digunakan dalam kegiatan itu.
Materi bisa diambil dari buku maupun internet, juga bisa menyusun sendiri. Upayakan agar materi sesuai dengan kemampuan anggota conversation club, tidak terlalu mudah, juga tidak terlalu susah
Akan lebih mudah dikontrol jika tujuan, rencana kegiatan, dan materi dituliskan dalam bentuk tabel.
4. Create a Buddy System
Pasangkan anggota yang memiliki tingkat kemampuan berbeda agar saling berbagi. Anggota yang lebih mahir bisa memberikan bantuan kepada anggota yang masih pemula, sehingga tercipta lingkungan belajar yang suportif.
5. Encourage Participation
Dorong semua anggota untuk aktif berbicara. Berikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota, baik pemula maupun yang sudah mahir, agar mereka merasa dihargai dan termotivasi.
6. Create a Supportive Environment
Pastikan conversation club menjadi tempat yang nyaman untuk belajar tanpa rasa takut. Berikan pujian atau apresiasi terhadap usaha anggota, meskipun mereka masih melakukan kesalahan.
Pastikan semua anggota merasa nyaman untuk berbicara tanpa takut salah. Dorong mereka untuk berbicara sesering mungkin, tanpa takut dihakimi. Semakin sering mereka berlatih, rasa percaya diri mereka semakin besar pula.
7. Focus on Practical Topics
Pilih topik yang praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti pengalaman, hobi, atau isu yang sedang tren. Ini akan membuat anggota lebih mudah berbicara dan lebih bersemangat karena mereka tahu pasti apa yang mereka bicarakan.
8. Give Constructive Feedback
Berikan umpan balik yang positif dan konstruktif, bukan kritik yang membuat anggota merasa terintimidasi. Sampaikan koreksi kesalahan dengan cara yang tidak menyinggung.
Koreksi terhadap kesalahan bisa juga dilakukan dengan mengumpulkan semua kesalahan yang terjadi pada 1 pertemuan terlebih dulu, lalu direview sebelum pertemuan itu berakhir tanpa menyebut secara spesifik itu kesalahan siapa
9. Use a Variety of Activities
Variasikan kegiatan, seperti debat, role play, dan permainan bahasa. Variasi ini membuat klub lebih dinamis dan menarik sehingga anggota tidak merasa bosan.
Untuk melihat contoh role play, klik disini.
=====================================
The Don’ts
1. Don’t Criticize Mistakes Harshly
Hindari mengkritik kesalahan secara berlebihan. Fokuslah pada keberanian mereka untuk berbicara, bukan pada kesalahan kecil.
Kritik berlebihan bisa membuat anggota takut untuk mencoba lagi.
2. Don’t Dominate the Conversation
Jangan mendominasi pembicaraan sebagai pengelola atau fasilitator. Biarkan anggota yang berbicara lebih banyak.
Berikan intervensi jika diperlukan saja untuk mengarahkan diskusi.
3. Don’t Overuse Difficult Vocabulary or Grammar
Hindari penggunaan kata atau struktur kalimat yang terlalu rumit, terutama jika klub beranggotakan pemula.
Tujuannya adalah untuk membuat anggota merasa nyaman dan percaya diri dalam berbicara.
4. Don’t Ignore Passive Members
Jangan abaikan anggota yang cenderung pasif. Berikan kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi, misalnya dengan bertanya langsung atau menugaskan mereka untuk memberikan opini.
5. Don’t Make the Club Too Formal
Jangan membuat suasana terlalu formal atau kaku. English Conversation Club sebaiknya memiliki atmosfer yang santai dan fleksibel agar anggota merasa nyaman berbicara tanpa tekanan.
6. Don’t Allow Interruptions During Speaking
Jangan biarkan anggota lain menginterupsi saat seseorang sedang berbicara. Hal ini bisa mengganggu fokus pembicara dan membuat pembicara jadi ragu. Buat aturan berbicara untuk menghindari interupsi.
Dengan mengikuti do’s dan menghindari don’ts ini, English Conversation Club akan menjadi tempat yang mendukung perkembangan kemampuan berbicara anggota, membuat mereka lebih percaya diri, dan termotivasi untuk terus belajar.