Tips Supaya Bisa Jadi Dosen

Untuk bisa jadi dosen, baik di Indonesia maupun di luar negeri, ada beberapa langkah dan persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk rekam jejak akademik dan profesional yang harus dibangun secara bertahap.
Berikut ini adalah sejumlah hal yang perlu dilakukan jika bercita-cita menjadi dosen:
1. Memiliki Kualifikasi Akademik yang Memadai
Kualifikasi akademik adalah hal dasar yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin menjadi dosen, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Di Indonesia, minimal bergelar S2 (Magister) di bidang yang relevan. Untuk perguruan tinggi tertentu, terutama universitas besar atau universitas negeri, kualifikasi S3 (Doktor) lebih diutamakan.
Bidang ilmu yang diambil saat S1, S2, dan S3 disyaratkan linear.
Sementara itu, di luar negeri, umumnya dibutuhkan gelar Ph.D. (Doktor) untuk bisa mengajar di tingkat universitas. Beberapa perguruan tinggi di negara maju juga mensyaratkan pengalaman penelitian atau publikasi internasional.
2. Membangun Rekam Jejak Penelitian dan Publikasi
Sebagai calon dosen, publikasi ilmiah menjadi bagian penting dari rekam jejak yang dibangun.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a. Melakukan Penelitian
Penelitian yang berkualitas tinggi dan relevan dengan bidang studi sangat dihargai. Ini bisa mencakup penelitian mandiri, kolaborasi dengan peneliti lain, atau terlibat dalam proyek penelitian kampus.
b. Publikasi Artikel di Jurnal Bereputasi
Menulis artikel untuk jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional bereputasi adalah langkah krusial. Utamakan publikasi di jurnal nasional berSinta 1 dan 2. Publikasi di jurnal terindeks Scopus maupun Web of Science akan memberikan nilai tambah.
c. Aktif Menjadi Pemakalah Konferensi Ilmiah
Mengikuti dan mempresentasikan hasil penelitian di konferensi ilmiah, baik nasional maupun internasional, juga penting untuk meningkatkan visibilitas dan reputasi di kalangan akademisi.
3. Memiliki Pengalaman Mengajar
Pengalaman mengajar sangat penting dalam rekam jejak seorang calon dosen. Paham teori mengajar tanpa mempunyai pengalaman mengajar tidaklah cukup. Transaksi pembelajaran di kelas sering menghadirkan tantangan yang tidak kita temukan dalam teori-teori pembelajaran. Dengan mempunyai pengalaman mengajar, Anda mempunyai pengalaman mencari solusi terhadap tantangan-tantangan yang tak terduga itu. Selain itu, Anda juga akan tahu bagaimana cara mengelola kelas secara lebih efektif dan efisien.
Beberapa cara untuk memperoleh pengalaman mengajar antara lain:
a. Mengajar Sebagai Asisten Dosen
Saat menempuh pendidikan S2 atau S3, banyak mahasiswa yang bisa menjadi asisten dosen. Ini memberikan pengalaman langsung dalam mengajar dan berinteraksi dengan mahasiswa.
b. Mengajar di Perguruan Tinggi
Jika memungkinkan, cari kesempatan untuk mengajar sebagai dosen tidak tetap di perguruan tinggi. Pengalaman ini akan menambah kualifikasi dan portofolio Anda.
c. Mengajar di Sekolah atau Kursus
Mengajar di lembaga kursus atau sekolah menengah juga dapat memberikan dasar pengalaman mengajar.
4. Memiliki Soft Skills yang Memadai
Selain kompetensi akademik, dosen yang baik juga harus memiliki soft skills, seperti berikut ini:
a. Kemampuan Berkomunikasi
Mampu menyampaikan materi dengan jelas dan mudah dipahami oleh mahasiswa. Kepintaran dan penguasaan ilmu tidak bermanfaat jika tidak tahu cara menyampaikan ilmu itu ke mahasiswa dengan cara yang tepat.
b. Kepemimpinan dan Manajemen Kelas
Mampu mengelola kelas dengan baik dan menciptakan suasana belajar yang kondusif.
c. Kolaborasi dan Networking
Aktif dalam jaringan akademik baik nasional maupun internasional untuk membuka peluang kolaborasi dalam penelitian maupun pengajaran.
5. Menguasai Bahasa Asing
Bagi yang ingin menjadi dosen di luar negeri, penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, sangat penting. Selain itu, di negara-negara tertentu, penguasaan bahasa lokal juga bisa menjadi nilai tambah.
Bagi dosen di perguruan tinggi Indonesia, penguasaan bahasa Inggris menjadi nilai tambah, terutama bagi dosen yang ingin terlibat dalam publikasi internasional atau program pertukaran dosen.
6. Membangun Reputasi di Bidang Keahlian
Agar layak menjadi dosen, penting untuk membangun reputasi dalam bidang keahlian tertentu. Ini dapat dilakukan dengan cara:
a. Menulis Buku atau Modul Ajar
Membuat buku ajar atau modul ajar di bidang keahlian Anda dapat meningkatkan kredibilitas Anda sebagai ahli di bidang tersebut.
b. Menjadi Pembicara di Seminar atau Workshop
Sering menjadi pembicara atau instruktur dalam berbagai seminar atau workshop menunjukkan bahwa Anda dianggap pakar di bidang yang Anda tekuni.
c. Membuat Konten Edukasi di Media Sosial/Platform Digital
Di jaman digital dimana media sosial sangat mewarnai kehidupan, keberadaan konten edukasi menjadi sangat urgen. Jika anda bisa menciptakan konten-konten edukasi sesuai bidang Anda, maka konten tersebut bisa menjadi portofolio Anda. Selain itu, tentunya secara otomatis Anda dikenal masyarakat sebagai pakar di bidang Anda.
7. Berperan Aktif di Lingkungan Akademik
Terlibat secara aktif dalam kegiatan akademik sejak menjadi mahasiswa, baik sebagai pengurus organisasi mahasiswa, reviewer jurnal, atau mengikuti lomba-lomba karya ilmiah dapat memperkuat rekam jejak Anda sebagai akademisi lebih kuat.
Berdasarkan uraian di atas, untuk menjadi dosen, baik di Indonesia maupun di luar negeri, perlu persiapan yang matang dan tidak instan, terutama dalam hal kualifikasi akademik, pengalaman mengajar, dan rekam jejak penelitian.
Publikasi ilmiah, sertifikasi pendidik, dan keterampilan mengajar juga harus dikembangkan secara konsisten. Dengan langkah-langkah ini, Anda dapat membangun reputasi yang kuat sebagai akademisi dan layak menjadi dosen.
Jika portofolio dan kepakaran Anda sudah bisa menjadi bukti kuat atas kepakaran Anda, tanpa rekomendasi siapapun, Anda akan mampu menembus belantara rekrutmen dosen dengan lebih mudah, dan bisa diangkat menjadi dosen seperti rencana Anda.