Bahasa Inggris untuk Presentasi Bisnis

Ketika akan melakukan presentasi bisnis dengan mitra dari manca negara, penguasaan bahasa Inggris yang baik menjadi sangat penting. Selain membantu menyampaikan ide dengan jelas, kemampuan berbahasa Inggris membuat kita tampil profesional dan peluang sukses kita semakin besar.
Beberapa aspek bahasa Inggris yang perlu dikuasai sebelum presentasi bisnis, antara lain:
1. Bahasa Formal dan Profesional
Penggunaan bahasa formal dan profesional berperan penting dalam dunia bisnis.
Contoh frasa yang bisa digunakan:
a. Allow me to begin by … (Izinkan saya memulai dengan…)
b. As you can see on this slide… (Seperti yang Bapak/Ibu lihat di slide ini…)
c. To sum up, our main points are… (Sebagai simpulan, poin-poin utama kami adalah…)
2. Penguasaan Kosakata Bisnis yang Tepat
Saat menyusun materi presentasi, pastikan Anda menggunakan kosakata khusus yang terkait dengan bidang bisnis dengan tepat. Pastikan kosakata tersebut benar-benar dipahami.
Beberapa kata yang sering muncul dalam presentasi bisnis antara lain:
a. Revenue (pendapatan)
b. Profit margin (margin keuntungan)
c. Market share (pangsa pasar)
d. Stakeholders (pemangku kepentingan)
e. Return on investment (ROI) (pengembalian investasi)
f. Growth (Pertumbuhan)
g. Cash Flow (Aliran Dana)
h. Budget (Anggaran)
i. Break-even Point (Titik Impas)
j. Forecast (Perkiraan)
k. KPIs/Key Performance Indicators (Indikator Kinerja Utama)
l. Benchmarking (Tolok Ukur)
3. Penggunaan Kalimat Persuasif
Dalam presentasi bisnis, sering kali kita perlu meyakinkan audiens untuk menerima ide atau usulan kita, maka penguasaan kalimat persuasif sangat penting.
Contoh:
a. I strongly believe that our proposal will benefit your company by…
(Saya sangat yakin bahwa proposal kami akan menguntungkan perusahaan Anda dengan…)
b. We are confident that this strategy will lead to…
(Kami yakin bahwa strategi ini akan menghasilkan…)
c. This solution not only saves time but also increases productivity. (Solusi ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan produktivitas.)
4. Kecepatan Bicara sesuai Pemahaman Audiens
Berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat dapat mengganggu pemahaman audiens. Kita perlu menemukan kecepatan bicara yang tepat agar setiap poin yang disampaikan bisa dipahami dengan jelas.
Jika kita melihat audiens kita bingung, kita bisa memperlambat kecepatan bicara kita, dan berkata:
“Let me repeat that point to make sure it's clear for you.”
(Izinkan saya mengulang poin tersebut untuk memastikan poin tersebut sudah jelas bagi Bapak/Ibu.)
5. Penguasaan Teknik Tanya Jawab
Setelah presentasi, biasanya ada sesi tanya jawab. Untuk menghadapi sesi ini, kita perlu menguasai teknik menjawab pertanyaan.
Beberapa frasa yang bisa digunakan dalam sesi ini, antara lain:
a. Does anyone have any questions about this data?
(Apakah ada yang punya pertanyaan tentang data ini?)
b. What are your thoughts on implementing this strategy?
(Bagaimana pendapat Anda tentang penerapan strategi ini?)
a. Thank you for your question. Let me explain further…
(Terima kasih atas pertanyaannya. Izinkan saya menjelaskan lebih lanjut…)
b. That’s an interesting point. What I would say is…
(Itu adalah poin yang menarik. Yang ingin saya sampaikan adalah…)
c. I understand your concern. However, our data shows that…
(Saya memahami kekhawatiran Bapak/Ibu. Namun, data kami menunjukkan bahwa…)
6. Pelafalan yang Jelas
Presentasi yang baik perlu didukung dengan pelafalan yang benar dan jelas. Setiap akan presentasi, cek dulu bagaimana istilah yang menurut kita asing itu seharusnya dilafalkan.
Contoh:
a. focus
https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/definition/english/focus_2
b. examine
https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/definition/english/examine?q=examine
c. challenge
https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/definition/english/challenge_1?q=challenge
d. foreign exchange
https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/definition/english/foreign-exchange?q=foreign+exchange
7. Penggunaan Bahasa Non-Verbal yang Tepat
Pastikan pose saat berdiri dan gestur tangan serta anggota tubuh lainnya mendukung penyampaian pesan kita. Penggunaan bahasa tubuh yang tepat akan mendukung komunikasi verbal kita. Meski begitu, hindari gerakan tangan yang berlebihan.
Berlatih di depan cermin akan membantu kita melihat apakah pose, bahasa tubuh, dan gestur kita sesuai dengan kebutuhan materi presentasi yang akan kita sampaikan.
Jangan lupa membangun kontak mata dengan audiens kita. Ini akan membuat kita terlihat percaya diri dan materi yang kita sampaikan lebih meyakinkan. Kontak mata juga membantu agar audiens merasa terlibat secara aktif dalam mendengarkan presentasi kita.
8. Antisipasi Perbedaan Budaya
Setiap negara memiliki budaya bisnis yang berbeda-beda. Pahami norma-norma budaya audiens kita, seperti gaya komunikasi, cara menyampaikan kritik, atau bahkan humor yang tepat.
Contoh
a. Orang Jepang cenderung lebih menghargai sikap sopan dan rendah hati. Sebaiknya hindari terlalu menonjolkan diri dan gunakan bahasa yang halus ketika presentasi di sepan mereka.
“We believe this strategy could be beneficial for both our companies, but of course, we are open to your suggestions.”
(Kami percaya strategi ini bisa bermanfaat bagi kedua perusahaan kita, tetapi tentu saja kami terbuka untuk mendengarkan saran Bapak/Ibu.)
b. Orang Amerika Serikat cenderung menghargai kejelasan dan kepercayaan diri dalam presentasi.
Kita bisa menggunakan pernyataan langsung seperti:
“This strategy will significantly improve your ROI and drive long-term growth.”
(Strategi ini akan meningkatkan ROI Bapak/Ibu secara signifikan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.)
9. Visual Aids yang Sesuai
Gunakan visual seperti diagram, grafik, atau tabel untuk membantu menjelaskan poin-poin penting. Visual dapat membantu audiens yang mungkin tidak sepenuhnya memahami bahasa Inggris untuk tetap memahami isi presentasi melalui elemen visual. Saat menjelaskan tren pertumbuhan, gunakan grafik yang menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.
10. Kemampuan Menyampaikan Data dan Angka
Sering kali presentasi bisnis melibatkan data dan angka yang harus dijelaskan dengan jelas dan akurat.
Berikut ini adalah contoh frasa yang sering kita butuhkan untuk memaparkan laporan angka/statistik dalam presentasi bisnis:
a. As you can see from the data, our revenue increased by 15% in the last quarter.
(Seperti yang Anda lihat dari data berikut, pendapatan kami meningkat 15% pada kuartal terakhir.)
b. This chart illustrates a steady growth of 10% in our market share over the past year.
(Grafik ini menunjukkan pertumbuhan stabil 10% dalam pangsa pasar kami selama setahun terakhir.)
c. Our sales projections for the next fiscal year are expected to reach $1.5 million.
(Proyeksi penjualan kami untuk tahun fiskal berikutnya diperkirakan mencapai $1,5 juta.)
d. We have reduced operational costs by 8%, leading to a significant improvement in profitability.
(Kami telah mengurangi biaya operasional sebesar 8%, meningkatkan keuntungan secara signifikan)
e. The data shows that customer satisfaction has increased by 5% compared to last year.
(Data ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan meningkat sebesar 5% dibandingkan tahun lalu.)
f. According to our financial reports, net profit grew by 12% over the last six months.
(Menurut laporan keuangan kami, laba bersih tumbuh sebesar 12% selama enam bulan terakhir.)
g. Our break-even point is projected to be reached after we hit 1,000 units sold.
(Titik impas kami diperkirakan tercapai setelah menjual 1.000 unit.)
h. The graph indicates a 20% decrease in production costs since implementing the new system.
(Grafik ini menunjukkan penurunan biaya produksi sebesar 20% sejak menerapkan sistem baru.)
i. This pie chart shows the distribution of our budget, with 40% allocated to marketing.
(Diagram lingkaran ini menunjukkan distribusi anggaran kami, dimana 40%nya dialokasikan untuk pemasaran.)
j. We anticipate a 15% growth in online sales based on the current trends.
(Kami memperkirakan pertumbuhan sebesar 15% dalam penjualan online berdasarkan tren saat ini.)