Tips Membuat Kursus In-House Training untuk Perusahaan

Mendirikan kursus yang melayani pelatihan bahasa Inggris untuk karyawan perusahaan (in house training) merupakan kesempatan bagi lulusan prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang tidak berminat menjadi guru sekolah. Pelatihan jenis ini termasuk dalam ranah ESP (English for Specific Purposes). Untuk berhasil membuat kursus in house training yang baik dan meyakinkan, ada sejumlah langkah yang harus dilakukan.
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam membuat kursus bahasa Inggris untuk karyawan perusahaan:
1. Identifikasi Kebutuhan Perusahaan
Langkah pertama adalah melakukan analisis kebutuhan (needs analysis) untuk mendapatkan data tentang kebutuhan perusahaan. Hasil analisis kebutuhan ini akan memberi wawasan apakah bahasa Inggris diperlukan untuk komunikasi lisan dengan klien internasional, penulisan laporan, atau presentasi bisnis.
Needs analysis ini bisa dilakukan melalui survei atau wawancara dengan manajemen dan karyawan. Dengan mempunyai data yang akurat, kita akan bisa menentukan tujuan kursus, menyusun silabus, menyusun materi, menyusun perangkat asesmen, dan termasuk menentukan berapa lama waktu pembelajaran yang tepat.
2. Tentukan Tujuan Pembelajaran
Setelah memahami kebutuhan, tentukan tujuan spesifik kursus yang akan diadakan.
Misalnya, meningkatkan kemampuan percakapan untuk transaksi dengan klien, meningkatkan pemahaman mendengarkan dalam rapat virtual, melancarkan kemampuan presentasi produk, kemampuan berkorespondensi menulis email secara profesional, atau meningkatkan kemampuan untuk mendapatkan skor tinggi dalam tes standar bahasa Inggris.
Pastikan tujuan ini selaras dengan kebutuhan operasional perusahaan.
3. Susun Kurikulum/Silabus yang Relevan
Susunlah kurikulum kursus yang mencakup materi-materi yang langsung relevan dengan situasi kerja dan kebutuhan profesional karyawan.
Jika karyawan sering berkomunikasi secara lisan, fokuslah pada speaking dan listening.
Jika penulisan laporan bisnis sering dilakukan, maka writing akan menjadi fokus utama.
4. Susun Materi yang Sesuai Dengan Kebutuhan Perusahaan
Materi dikembangkan berdasarkan kurikulum/silabus yang telah disusun sebelumnya. Muatan materi harus disesuaikan dengan industri perusahaan, seperti kosakata teknis atau istilah bisnis.
Dalam menyusun materi, perhatikan unsur keterbacaan, variasi kegiatan, dan porsi waktu kegiatan. Pelatihan in house training biasanya sangat terbatas waktunya karena dilakukan di sela-sela jam kerja. Maka, materinya tidak bisa terlalu banyak. Beri materi dengan porsi secukupnya tapi pastikan muatan materinya betul-betul bisa membantu meningkatkan kemampuan peserta pelatihan.
Sebisa mungkin hindari pemberian PR (pekerjaan rumah). Para karyawan perusahaan umumnya tidak punya waktu untuk mengerjakan PR. Jadi, tuntaskan tiap materi di lokasi pelatihan.
Materi ajar untuk perusahaan bersifat fleksibel, dalam artian ada kemungkinan ada perubahan di tengah jalan jika perusahaan tiba-tiba mempunyai kebutuhan baru yang belum terakomodasi di needs analysis yang dilakukan sebelumnya.
Misal, tiba-tiba ada kebutuhan mengirim karyawan pelatihan ke luar negeri karena perusahaan baru saja mendapatkan mitra baru dari luar negeri dan bersepakat tentang pelatihan karyawan di tempat mitra.
5. Siapkan Metode Pembelajaran yang Sesuai
Metode pembelajaran harus sesuai dengan materi yang diajarkan, fleksibel, dan juga sesuai dengan karakteristik karyawan perusahaan yang menjadi peserta pelatihan.
Beri kesempatan tiap peserta pelatihan untuk berlatih secara maksimal. Ingatlah bahwa pelatihan ini tempat kita mendampingi peserta berlatih, bukan tempat untuk pamer kemampuan bahasa Inggris kita.
Upayakan pembelajarannya bersifat enjoyful learning sehingga kelas pelatihan bahasa Inggris bisa menjadi kelas yang dirindukan karyawan karena mereka bisa belajar sambal bersenang-senang.
6. Rekrut Pengajar yang Berkompetensi Bagus, Sabar, dan Tangguh
Pengajar yang dipilih sebaiknya memiliki pengalaman mengajar di lingkungan bisnis, memahami kebutuhan perusahaan, serta mampu memberikan pelatihan yang praktis dan aplikatif. Jika tidak mempunyai pengalaman, tidak apa-apa asalkan mau belajar dan tidak mudah menyerah.
Pengajar juga harus sabar dan berbesar hati dalam menghadapi perbedaan tingkat kemampuan bahasa Inggris di antara karyawan.
7. Atur Waktu dan Lokasi yang Fleksibel
Karena karyawan memiliki jam kerja yang padat, penting untuk menyediakan jadwal yang fleksibel. Anda bisa mengatur sesi di luar jam kerja utama atau selama waktu istirahat. Selain itu, pertimbangkan untuk menyelenggarakan kelas online untuk memudahkan akses dari berbagai lokasi. Tentunya kesepakatan mengenai hal ini perlu dibicarakan dan dibuat di awal, bahkan sebelum pembelajaran pertama dilaksanakan.
8. Gunakan Materi Pendukung dan Sumber Belajar yang Variatif
Sediakan materi belajar yang bervariasi seperti video, podcast, artikel bisnis, simulasi percakapan, dan unggahan yang bisa ditemukan di media sosial.
Penggunaan aplikasi atau platform belajar bahasa Inggris juga dapat mempercepat proses pembelajaran dan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk belajar mandiri.
Jika anda paham bagaimana menggunakan AI untuk belajar bahasa Inggris, anda bisa juga menggunakannya untuk menyiapkan materi ajar.
Selain itu anda juga bisa meminta peserta pelatihan menggunakan AI untuk latihan mandiri di saat senggang. AI bisa digunakan untuk mengasah berbagai skill, tergantung fitur yang dipunyai AI tersebut dan instruksi tutor kepada peserta pelatihan, disesuaikan dengan topik materi pelatihan.
9. Lakukan Asesmen dan Evaluasi Secara Berkala
Asesmen dan evaluasi kemajuan karyawan secara berkala sangat penting. Gunakan tes lisan, simulasi presentasi, atau penulisan email sebagai evaluasi kinerja.
Jika berkenan, anda juga bisa mendesain agar evaluasi dilakukan berdasar portofolio peserta pelatihan di setiap pertemuannya.
Asesmen dan evaluasi juga dilakukan terkait pelaksanaan kursus. Berdasarkan hasil evaluasi ini, anda bisa merevisi dan menyesuaikan kurikulum /silabus serta metode pembelajaran agar lebih efektif.
10. Berikan Sertifikat
Memberikan sertifikat di akhir kursus akan menjadi motivasi tambahan bagi karyawan. Sertifikat juga dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan karier mereka di masa depan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, anda bisa membuat kursus bahasa Inggris bagi karyawan yang efektif dan efisien. Dengan persiapan yang matang, kursus bahasa Inggris yang diselenggarakan untuk karyawan perusahaan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi karyawan dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.