Drunk Text

Lagu Drunk Text bercerita tentang kegalauan akan kemungkinan rusaknya sebuah pertemanan jika perasaan yang sesungguhnya diungkapkan. Lagu ini menyoroti pilihan antara mengungkapkan perasaan atau memilih memendamnya untuk selamanya.
Kegalauan dalam lagu ini disampaikan dalam bentuk kalimat-kalimat pengandaian.
Secara gramatikal, lagu ini menggunakan 2 bentuk “wish”
1. Wish + simple past
Fungsinya, untuk menyampaikan harapan berupa pengandaian terkait sesuatu yang bertentangan dengan fakta/kondisi saat ini. Secara formal, yang dipakai adalah “were”.
Dalam lagu, karena adanya licencia poetica, maka “was” bisa digunakan
Contoh: “I wish I was more than just someone you walk by”
Pola ini digunakan untuk mengekspresikan harapan dan pengandaian yang bertentangan dengan kondisi saat ini.
Dalam kalimat ini, si pembicara berharap bahwa dia seorang yang special, tapi faktanya mereka berteman biasa saja.
2. Wish + Past Perfect
Fungsinya, untuk menyampaikan harapan terkait sesuatu yang semestinya sudah terjadi/dilakukan, tetapi tidk terjadi/tidak dilakukan (penyesalan atas kejadian di masa lalu)
Contoh: “I wish I'd sent you that drunk text that midnight”
Pola ini digunakan untuk mengekspresikan penyesalan atas sesuatu yang telah terjadi di masa lalu.
Dalam kalimat ini, si pembicara berharap bahwa dia sudah mengirim pesan tersebut, meskipun kenyataannya pesan itu belum dikirim.
Dalam lagu ini harapan akan keberanian mengungkapkan perasaan diganungkan pada pesan teks yang ditulis saat tidak sadar karena pengaruh konsumsi minuman beralkohol.
Dalam dunia nyata, tidak disarankan mengikuti cara itu. Kemampuan mengendalikan apa yang kita sampaikan sangatlah penting. Orang mabuk kehilangan kemampuan itu dan bisa melakukan hal-hal tidak etis dan bahkan berbahaya yang berujung penyesalan.
Carilah cara lain untuk bisa merasa cukup nyaman dan berani menyampaikan apa yang ada di hati tanpa harus bergantung pada minuman beralkohol. Temukan momen yang tepat, rangkai kata-kata yang pas, dan sampaikan apapun yang ingin disampaikan dengan penuh kesadaran.
Pertimbangkan sejenak, apakah menyampaikan perasaan tersebut akan membawa ketenangan atau malah sebaliknya?
Jika memang perlu disampaikan, ungkapkan dengan jujur dan tulus.
Namun, jika merasa sebaiknya memendamnya, maka jadikan perasaan itu sebagai sesuatu yang disimpan hanya untuk diri sendiri selamanya. Tidak semua hal harus dikatakan, terutama jika itu tidak akan membawa kebaikan atau justru akan menciptakan situasi yang rumit.
Berikut ini adalah lirik dan terjemah Drunk Text - Henry Moodie
5th of November
(5 November)
When I walked you home
(Saat aku menemanimu pulang)
That's when I nearly said it
(Saat itulah aku hampir mengatakannya)
But then said “Forget it” and froze
(Namun kemudian berkata “Lupakan saja” dan terdiam)
Do you remember?
(Apakah kamu ingat?)
You probably don't
(Kamu mungkin tidak mengingatnya)
‘Cause the sparks in the sky
(Karena kembang api di langit)
Took a hold of your eyes while we spoke
(Menyita seluruh pandanganmu saat kita bicara)
Yesterday, drank way too much
(Kemarin, terlalu banyak minum)
And stayed up too late
(Dan begadang hingga larut malam)
Started to write but I wanna say
(Mulai menulis tetapi aku ingin mengatakannya)
Deleted the message, but I still remember it said
(Menghapus pesannya, tapi aku masih mengingat isinya)
I wish I was who you drunk texted at midnight
(Aku berharap aku orang yang kamu kirimi pesan yang kamu tulis saat mabuk di tengah malam)
Wish I was the reason you stay up ‘til 3
(Berharap aku menjadi alasanmu begadang sampai jam 3)
And you can’t fall asleep
(Dan kamu tidak bisa tidur)
Waiting for me to reply
(Menunggu balasanku)
I wish I was more than just someone you walk by
(Aku berharap bisa jadi lebih dari sekedar seseorang yang kamu lewati)
Wish I wasn’t scared to be honest and open
(Andainya aku tidak takut untuk jujur dan terus terang)
Instead of just hoping
(Daripada hanya berharap)
You'd feel what I'm feeling inside
(bahwa kamu merasakan apa yang aku rasakan)
April the 7th
(7 April)
And nothing has changed
(Dan tidak ada yang berubah)
It’s hard to get by
(Sulit untuk bertahan)
When you're still on my mind every day
(Saat kamu masih ada di pikiranku setiap hari)
Sometimes I question
(Terkadang aku bertanya)
If you feel the same?
(Apa kamu merasakan hal yang sama?)
Do we make stupid jokes?
(Apakah kita membuat lelucon bodoh?)
Trying to hide that we're both too afraid to say
(Mencoba menyembunyikan bahwa kita berdua terlalu takut untuk mengatakannya)
I wish I was who you drunk texted at midnight
(Aku berharap aku orang yang kamu kirimi pesan saat mabuk di tengah malam)
Wish I was the reason you stay up ‘til 3
(Berharap aku menjadi alasanmu begadang sampai jam 3)
And you can’t fall asleep
(Dan kamu tidak bisa tidur)
Waiting for me to reply
(Menungguku membalas)
I wish I was more than just someone you walk by
(Aku berharap aku bisa lebih dari sekedar seseorang yang kamu lewati)
Wish I wasn’t scared to be honest and open
(Seandainya aku tidak takut untuk jujur dan terbuka)
Instead of just hoping
(Daripada hanya berhara)
You’d feel what I'm feeling inside
(Kamu merasakan apa yang aku rasa)
Oh, and here we go again
(Oh, dan terjadi lagi)
Destroy myself to keep my friend
(Menghancurkan diriku untuk mempertahankan temanku)
Hiding away ‘cause I was afraid you'd say no
(Bersembunyi karena aku takut kamu akan mengatakan tidak)
I wonder if I cross your mind
(Aku ingin tahu apakah aku terlintas dalam pikiranmu)
Half as much as you do mine
(Setengah banyaknya dari yang kamu pikirkan tentang apa yang kupikirkan)
If I tell you the truth
(Jika aku mengatakan yang sebenarnya)
What will I lose?
(Aku akan kehilangan apa?)
I don’t know
(Aku tidak tahu)
I wish I'd sent you that drunk text that midnight
(Aku berharap aku sudah mengirimimu pesan yang kutulis saat mabuk tengah malam itu)
I was just scared it would ruin our friendship
(Aku takut hal itu akan merusak persahabatan kita)
But I really meant it
(Tetapi aku sungguh-sungguh tentang apa yang kutulis saat itu)
I wonder how you would reply.
(Aku ingin tahu apa jawabanmu)