Trend Bahasa Inggris di Kalangan Gen Alpha: Ketika Generasi Digital Menciptakan Gaya Bahasa Baru Yang Kekinian

Siapa Gen Alpha? Mereka adalah anak-anak yang lahir sekitar tahun 2010 hingga pertengahan 2020-an—generasi yang sudah bisa swipe layar sebelum bisa menulis nama sendiri. Sejak kecil, mereka hidup bersama YouTube Kids, TikTok, game online seperti Roblox dan Minecraft, serta berbagai aplikasi digital. Tanpa disadari, hal ini membentuk gaya bahasa unik, penuh ekspresi, dan sering kali dalam Bahasa Inggris.
Tren penggunaan bahasa Inggris oleh Gen Alpha mulai naik sekitar tahun 2020, saat pandemi COVID-19 membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan menatap layar. Dari situlah muncul kata-kata baru yang mereka temukan dari video pendek, game, dan tren di internet. Bahasa Inggris tidak hanya dipakai untuk belajar, tapi jadi bagian dari identitas mereka yang fun dan kekinian.
Tren ini awalnya muncul di negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat dan Inggris. Namun, lewat media sosial, tren ini menyebar cepat ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan, banyak anak-anak Indonesia kini lebih paham arti kata “slay” atau “sus” daripada istilah baku dalam Bahasa Indonesia.
Berikut adalah beberapa kosakata bahasa Inggris yang sering digunakan Gen Alpha:
1.
Aesthetic – tampilan yang indah atau bergaya.
“This game is so aesthetic!”
2.
BFF – singkatan dari Best Friends Forever.
“Me and Lily are BFFs!”
3.
Cringe – sesuatu yang terasa aneh atau memalukan.
“That dance is so cringe.”
4.
Delulu – singkatan dari delusional, alias
terlalu berkhayal.
“She thinks she’s a princess? That’s delulu.”
5.
Epic – luar biasa keren.
“That was an epic win!”
6.
Flex – pamer sesuatu.
“He flexes his new shoes every day.”
7.
Glow up – perubahan penampilan menjadi lebih baik.
“She had a major glow up!”
8.
Hype – penuh semangat atau antusias.
“This song is so hype!”
9.
IYKYK – singkatan dari If You Know, You Know, hanya
dimengerti orang tertentu.
“That reference? IYKYK.”
10.
Jit – panggilan santai untuk teman (biasa dipakai di AS).
“Yo jit, let’s play!”
11.
Karen – sebutan negatif untuk orang yang suka komplain atau
merasa paling benar.
“That mom was being a Karen.”
12.
Lit – seru banget.
“The school event was lit!”
13.
Mood – sesuatu yang mewakili perasaan.
“That sleepy cat is my mood today.”
14.
No cap – jujur banget, nggak bohong.
“He’s the best player, no cap.”
15.
OOTD – singkatan dari Outfit of the Day.
“Check out my OOTD!”
16.
POV – singkatan dari Point of View.
“POV: You forgot your homework.”
17.
Rizz – kemampuan menggoda atau bersikap menarik.
“He’s got no rizz at all.”
18.
Sigma – orang yang mandiri dan percaya diri, nggak ikut arus.
“He’s a total sigma male.”
19.
Slay – tampil hebat, memukau, atau keren banget.
“You slayed that performance!”
20.
Sus – singkatan dari suspicious, mencurigakan.
“Why is he acting so sus?”
21.
Vibe – suasana atau perasaan dari suatu tempat/seseorang.
“This café has a chill vibe.”
22.
W – singkatan dari win, menunjukkan kemenangan.
“That’s a big W!”
23.
Yeet – melempar sesuatu dengan gaya atau semangat.
“He just yeeted his bag across the room!”
24.
Zesty – mencolok, penuh gaya, kadang terlalu berlebihan.
“That outfit is kinda zesty!”
Bahasa memang terus berkembang, dan generasi muda adalah salah satu penggeraknya. Meski kadang terdengar aneh atau “cringe” bagi orang dewasa, kata-kata ini mencerminkan kreativitas dan identitas digital Gen Alpha. Dengan memahami kosakata ini, guru dan orang tua bisa lebih dekat dengan dunia anak-anak masa kini—karena memahami bahasa mereka berarti memahami cara mereka berpikir dan berinteraksi.