Superstition
Pernahkah kamu mendengar kata superstition? Kata ini berarti takhayul—keyakinan pada sesuatu yang dianggap bisa membawa keberuntungan atau kesialan, walaupun tidak ada bukti ilmiah.
Menurut Oxford English Dictionary (OED), superstition adalah “excessive belief in the supernatural, especially when it leads to irrational fear or practices”.
Kata ini berasal dari bahasa Latin superstitio, yang berarti “percaya berlebihan” atau “berdiri di atas sesuatu.”
Kata Superstition merupakan
noun. Bentuk kata sifatnya adalah superstitious (percaya takhayul).
Contoh:
She is superstitious, she won’t walk under a ladder.
Superstition di Berbagai Negara
Setiap bangsa punya cerita takhayulnya sendiri. Beberapa bahkan sudah diteliti oleh para antropolog dan ahli budaya. Berikut ini beberapa contohnya:
- Indonesia
Di Indonesia ada kepercayaan bahwa mengambil bunga yang dipakai pengantin secara diam-diam akan mempercepat bertemu jodoh dan berakhir di pelaminan.
Satu lagi, banyak yang percaya primbon untuk menentukan tanggal baik dan tanggal yang dianggap buruk.
- Amerika Serikat
Friday the 13th adalah salah satu superstition paling terkenal. Banyak orang Amerika menghindari bepergian atau mengambil keputusan penting pada tanggal itu.
- Inggris
Ungkapan “knock on wood” (atau touch wood) muncul sejak abad pertengahan. Menurut BBC Culture (2015), kebiasaan ini dilakukan untuk mengusir roh jahat atau mencegah kesialan.
- Cina
Angka 4 (si) dianggap sial karena mirip bunyi kata “mati”.
Sebaliknya, angka 8 dianggap sangat beruntung. Hal ini dibuktikan dengan Olimpiade Beijing 2008 yang dibuka pada 08/08/08 pukul 8:08 malam (Yang, 2012, Asian Folklore Studies).
- Rusia
Tradisi duduk sebelum bepergian “sit before a journey” (prisyest’ na dorozhku) adalah ritual sebelum bepergian agar perjalanan aman. Sementara itu, meletakkan kunci atau dompet di atas meja dipercaya bisa membawa kesialan finansial.
Pengaruh Superstition dalam Kehidupan
tidak hanya jadi cerita warisan budaya, tapi juga berpengaruh dalam kehidupan nyata:
- Di
dunia akademis
Banyak pelajar punya “ritual ujian”, misalnya memakai baju tertentu atau membawa jimat (lucky charm). Ada penelitian yang membuktikan bahwa superstition bisa meningkatkan rasa percaya diri, walau tidak memengaruhi hasil nyata.
- Dalam ekonomi
Orang yang percaya angka keberuntungan rela membayar lebih untuk nomor telepon, alamat, atau plat kendaraan yang mengandung angka 8, dan menghindari angka 4.
- Dalam kehidupan sehari-hari
Di banyak budaya Asia, memilih “hari baik” untuk menikah, pindah rumah, atau memulai bisnis masih jadi kebiasaan umum
Superstition bisa kita lihat sebagai bagian dari identitas budaya yang membuat hidup lebih seru. Tapi ini bisa membuat kita kehilangan logika dan keberanian mengambil keputusan.