Makna Full of Himself / Full of Herself
Ungkapan full of himself (untuk laki-laki) dan full of herself (untuk perempuan) adalah idiom yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang menilai dirinya terlalu tinggi, merasa sangat penting, atau bersikap sombong karena terlalu memuja diri sendiri.
Menurut Merriam-Webster Dictionary, full of oneself berarti:
thinking more of oneself than is warranted
(berpikir terlalu tinggi tentang diri sendiri melebihi yang seharusnya).
Sementara itu, Cambridge Dictionary dan Dictionary.com menjelaskan idiom ini sebagai sikap conceited, self-centered, dan arrogant—semuanya bernuansa negatif.
Artinya, ungkapan ini bukan sekadar “percaya diri”, melainkan percaya diri yang berlebihan dan tidak proporsional.
Ciri-ciri Full of Himself / Herself
Seseorang yang disebut full of himself/herself biasanya:
- sering membicarakan dirinya sendiri,
- merasa kontribusinya paling besar,
- sulit menerima kritik,
- dan cenderung meremehkan orang lain.
Contoh Pemakaian dalam Kalimat
1.
He’s become full
of himself since his article went viral.
(Dia jadi besar kepala sejak artikelnya viral.)
2.
She’s talented,
but being full of herself makes teamwork difficult.
(Dia berbakat, tetapi sikap memuja diri sendiri membuat kerja tim jadi sulit.)
3.
The actor didn’t
used to be like this—fame made him full of himself.
(Aktor itu dulu tidak seperti ini—popularitas membuatnya sombong.)
4.
Being proud of
your work is fine, but don’t be full of yourself.
(Bangga pada hasil kerja itu wajar, tapi jangan besar kepala.)
Perbedaan dengan Confident
Ini perbedaan penting menurut penggunaan kamus dan praktik bahasa:
- Confident → percaya diri secara sehat dan realistis
- Full of himself/herself → merasa diri hebat secara berlebihan dan arogan
Seseorang bisa confident tanpa dianggap sombong, tetapi ketika sudah full of himself, persepsi sosialnya cenderung negatif.
Sinonim yang Lebih Halus (Lebih Formal)
Dalam tulisan akademik, berita, atau konteks profesional, idiom ini biasanya diganti dengan istilah yang lebih formal:
1. Self-important
Merasa dirinya sangat penting.
Example:
He has a self-important attitude during meetings.
2. Conceited
Terlalu bangga pada diri sendiri.
Example:
She sounds conceited when she talks about her success.
3. Egotistical / Egoistic
Berorientasi berlebihan pada ego.
Example:
His egotistical behavior affects the whole team.
4. Arrogant
Sombong dan merasa lebih unggul.
Example:
An arrogant tone can damage professional relationships.
Sinonim Idiomatik dan Informal
Dalam percakapan sehari-hari, penutur asli sering memakai ungkapan berikut:
1. Big-headed (British English)
He’s getting big-headed after that promotion.
2. Have a big ego
She has a big ego for someone still new at the company.
3. Cocky
Terlalu percaya diri, sering
terdengar menyebalkan.
He’s young, skilled, and a bit cocky.
4. Too big for one’s boots
Merasa lebih penting dari
kenyataannya.
He’s acting too big for his boots lately.