Post Power Syndrome: Makna & Sinonimnya

Post Power Syndrome adalah fenomena yang umum terjadi, terutama di kalangan individu yang terbiasa dengan peran dominan dalam kehidupan mereka. Sindrom Post Power Syndrome (PPS) adalah kondisi psikologis yang sering dialami seseorang setelah kehilangan kekuasaan, jabatan, atau posisi yang memberikan status sosial tinggi.
Setelah pensiun atau kehilangan kekuasaan, mereka merasa tidak lagi dihormati, dihargai, atau bahkan merasa tidak relevan dalam lingkungan sosialnya. Hal ini dapat menyebabkan rasa cemas, depresi, kehilangan arah, dan kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan baru.
Post Power Syndrome dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Kehilangan identitas
Sebagian besar identitas individu tersebut sangat terkait dengan jabatan atau posisi yang mereka emban selama bertahun-tahun.
2. Perasaan tidak dihargai
Mereka merasa bahwa tanpa jabatan, kontribusi mereka tidak lagi dianggap penting.
3. Ketergantungan pada kekuasaan
Banyak yang merasa hanya dengan kekuasaan mereka dapat memiliki kendali atas hidup dan orang lain.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat:
1. Bahasa Indonesia:
Setelah pensiun dari jabatannya sebagai direktur utama, Pak Budi sering terlihat murung dan menyendiri, sepertinya dia sedang mengalami post power syndrome.
2. Bahasa Inggris:
Mrs. Johnson, who used to be a well-respected school principal, now feels lost and unappreciated, indicating she might be suffering from post power syndrome.
Ada beberapa istilah dalam bahasa Inggris yang terkait dan mirip maknanya dengan Post Power Syndrome:
1. Retirement Blues
Ini merujuk pada perasaan sedih, kehilangan, atau ketidakpuasan yang dialami setelah pensiun, mirip dengan gejala Post Power Syndrome.
Contoh kalimat:
After his retirement, John couldn't shake off the retirement blues and felt lost without his daily work routine.
2. Midlife Crisis
Meskipun biasanya terkait dengan krisis identitas pada usia paruh baya, midlife crisis dapat muncul pada individu yang kehilangan status sosial atau jabatan penting.
Contoh kalimat:
Losing his executive position triggered a midlife crisis, and he began questioning the purpose of his life.
3. Identity Crisis
Kondisi ini menggambarkan kebingungan mengenai peran dan identitas seseorang setelah kehilangan posisi kekuasaan atau jabatan yang selama ini mendefinisikan dirinya.
Contoh kalimat:
After stepping down from her leadership role, Karen experienced an identity crisis, struggling to find her place in life.
4. Ego Death
Istilah ini merujuk pada kehilangan rasa identitas atau kepercayaan diri, yang dapat terjadi ketika seseorang tidak lagi memiliki kekuasaan atau pengaruh.
Contoh kalimat:
When he no longer had the authority he once held, he felt like he was going through an ego death, as if his purpose had disappeared.
5. Existential Crisis
Ini menggambarkan perasaan kebingungan dan keraguan tentang arti dan tujuan hidup setelah kehilangan jabatan penting.
Contoh kalimat:
Facing an existential crisis, Bob couldn't understand who he was without his career to define him.