Mikrolearning
Dalam dunia yang semakin cepat, banyak orang ingin memperdalam keterampilan—termasuk bahasa Inggris—namun terhalang oleh keterbatasan waktu dan fokus. Microlearning hadir sebagai solusi ideal: sebuah strategi pembelajaran yang menyajikan materi dalam bentuk singkat, padat, dan terarah.
Makna Microlearning
Secara sederhana, microlearning adalah pendekatan pembelajaran yang membagi materi ke dalam unit-unit kecil—disebut “nuggets” atau microlessons—yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat, umumnya antara 3 hingga 10 menit, kadang hingga maksimal 15–20 menit. Setiap modul fokus pada satu tujuan pembelajaran saja, sehingga membantu mengurangi beban kognitif dan meningkatkan daya ingat.
Istilah microlearning pertama kali muncul dalam buku The Economics of Human Resources karya Héctor Correa, terbit tahun 1963. Dalam buku itu, Correa menggunakan istilah “micro-learning” ketika membahas kurva pembelajaran dan optimalisasi waktu dalam menguasai suatu keterampilan spesifik.
Meskipun demikian, dikemukakan pula bahwa istilah ini mulai populer di kalangan akademisi dan praktisi pendidikan pada awal 2000-an —misalnya dalam publikasi yang dipaparkan oleh Theo Hug dan Norm Friesen sejak tahun 2002, serta sebutan lain seperti “micro-content” oleh Anil Dash pada tahun 2003.
Alasan Cocok untuk Bahasa Inggris
Pendekatan microlearning ini sangat berdaya guna dalam pembelajaran bahasa Inggris karena:
- Retensi lebih tinggi:
Unit pendek membuat belajar lebih mudah diserap dan diulang.
- Fleksibel dan praktis:
Bisa dilakukan kapan saja—di perjalanan, jeda kerja, atau rehat—tanpa mengganggu aktivitas utama.
- Pencapaian motivasi yang konsisten:
Durasi belajar yang minim membuat siswa merasa mampu menyelesaikannya, memberi dorongan untuk terus belajar.
Contoh Microlearning
Dalam pembelajaran bahasa Inggris, metode ini sangat cocok untuk meningkatkan konsistensi belajar, retensi memori, dan fleksibilitas belajar—semua dalam rentang waktu yang sangat terjangkau.
Berikut beberapa format umum yang efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris:
- Video singkat (<10 menit):
seperti penjelasan grammar sederhana, pengucapan fonetik, atau dialog sehari-hari.
- Infografis atau teks pendek interaktif:
misalnya, “Word of the Day” dengan definisi dan contoh kalimat.
- Quiz mini & flashcards:
media latihan kosakata ataupun grammar berupa tanya-jawab cepat atau kartu ingatan digital.
- Microlearning sebagai just-in-time learning:
materi relevan diberikan tepat saat dibutuhkan, misalnya latihan ungkapan saat hendak berbicara dengan penutur asli.