MAY BE or MIGHT BE?
Dalam bahasa Inggris, ada banyak cara untuk mengekspresikan “kemungkinan”, “dugaan”, hingga “kepastian”. Kata-kata seperti may be, might be, could be, must be, dan have to be sama-sama terkait dengan kemungkinan, tapi sebenarnya memiliki nuansa makna yang berbeda.
Memahami perbedaannya membuat kita lebih tepat menggunakan kata sesuai kebutuhan kita.
Penjelasan singkat berikut akan membantu kamu memahami perbedaannya.
1. May be
kemungkinan sedang (cukup mungkin, tapi belum pasti)
Makna:
Ada peluang yang masuk akal. Kita tidak yakin 100%, tapi ada tanda-tanda yang mendukung.
Contoh:
Jenny may be at the library right now.
(Dia mungkin sedang di perpustakaan)
Kalimat ini bisa muncul saat kamu tahu Jenny suka belajar di perpustakaan, tapi tidak mengecek langsung.
2. Might be
kemungkinan kecil / ragu-ragu (lebih lemah daripada “may”)
Makna:
Dugaan yang sangat hati-hati. Ada kemungkinan, tapi kecil atau belum ada bukti kuat.
Contoh:
It might be the delivery courier at the door.
(Mungkin itu kurir pengantar di depan pintu.)
Kalimat ini muncul saat kamu cuma dengar suara langkah, belum lihat siapa yang datang, neduga kurir yang datang, tapi kamu belum yakin dengan dugaan itu.
3. Could be
kemungkinan terbuka (banyak kemungkinan lain)
Makna:
“Bisa jadi”, tapi opsinya banyak. Tidak menekankan besar-kecilnya kemungkinan, hanya membuka peluang.
Contoh:
The noise could be the wind, or it could be the cat.
(Suara itu bisa jadi angin, atau bisa juga kucing.)
Kalimat ini muncul ketika dengar suara berisik, tapi kamu tidak tahu pasti apa penyebab pastinya karena kedua penyebab sama-sama masuk akal.
4. Must be
keyakinan kuat (hampir pasti benar)
Makna:
Kesimpulan sangat kuat berdasarkan bukti atau tanda yang jelas.
Contoh:
You’ve been working all day—you must be tired.
(Kamu kerja seharian—kamu pasti capek.)
Kalimat ini muncul ketika fakta jelas mendukung kesimpulanmu.
5. Have to be
keharusan/pilihan yang logis (bukan sekadar dugaan)
Makna:
“Harus”, karena tidak ada pilihan lain atau logika hanya mengarah ke satu jawaban.
Contoh:
For the key to fit, it has to be the right lock.
(Agar kuncinya pas, harus dipakai di gembok yang tepat.)
Situasi relevan:
Ada aturan atau kebutuhan yang membuat tidak ada alternatif.