Mary Poppins dari Masa ke Masa
Siapa sebenarnya Mary Poppins? Bagi sebagian orang, ia adalah sosok pengasuh dengan payung terbang dan tas ajaib. Bagi pembaca buku klasik, ia adalah karakter kuat dan misterius yang membawa angin perubahan. Bagi generasi muda, ia mungkin dikenal lewat wajah Emily Blunt dan nuansa elegan ala Disney modern. Namun satu hal tak pernah berubah: Mary Poppins tetap jadi ikon lintas generasi—di buku, di film, dan dalam budaya populer.
Mari
kita telusuri jejaknya dari novel pertama di tahun 1934, ke layar lebar megah
1964, hingga interpretasi ulang 2018.
Novel Mary Poppins
Pada tahun 1934, penulis Australia-Inggris P. L. Travers menerbitkan buku pertamanya: Mary Poppins. Dalam novel ini, Mary datang ke rumah keluarga Banks di London dengan cara yang tak biasa—terbang dengan payung saat angin Timur bertiup. Ia dipekerjakan sebagai pengasuh dua anak, Jane dan Michael, yang segera tertarik pada keanehannya.
Sinopsis versi novel:
- Setting:
Cherry Tree Lane, London
- Tokoh:
Mary Poppins (nanny), Jane dan Michael Banks (anak didik), keluarga Banks
- Ciri khas novel:
Ceritanya episodik—tiap bab berisi satu petualangan tak terduga: masuk ke dunia gambar kapur, bertemu karakter aneh seperti bibi yang bisa tertawa sampai terbang, dan merayakan ulang tahun bintang di langit.
- Total buku:
8 seri, dirilis dari 1934 hingga 1988.
Karakter Mary Poppins dalam novel lebih serius, penuh rahasia, dan terkadang dingin.
Faktanya, Mary Poppins versi Travers bukan tipe pengasuh yang selalu manis—ia
unik, tegas, dan misterius.
Mary Poppins di Layar Lebar Menghadirkan Musik dan Magis
1. Mary Poppins (1964)
· Aktris utama:
Julie Andrews
· Genre:
Musikal keluarga klasik
· Signature song:
“A Spoonful of Sugar,” “Let’s Go Fly a Kite,” dan “Supercalifragilisticexpialidocious”
· Penghargaan:
5 Oscar, termasuk Best Actress
Film Disney ini memadukan live-action dan animasi, menciptakan keajaiban visual yang membuat Mary Poppins dicintai dunia. Karakter Bert (Dick Van Dyke) muncul sebagai teman ceria Mary—tokoh yang tidak ada di novel Travers dengan peran sedalam itu.
2. Mary Poppins Returns (2018)
· Aktris utama:
Emily Blunt
· Latar:
Masa Depresi Besar (1930-an)
· Fokus cerita:
Jane dan Michael telah dewasa; Mary kembali untuk merawat anak-anak Michael yang tengah mengalami kesulitan hidup.
· Ciri khas:
Tetap musikal, penuh visual modern, dan bernuansa nostalgia bagi penggemar film 1964.
Novel vs Film Mary Poppins: Sama-Sama Ajaib, Namun Tak Serupa
|
Aspek |
Novel Travers |
Film Disney (1964 & 2018) |
|
Karakter Mary |
Tegas, pendiam, penuh misteri |
Ramah, ceria, elegan (lebih disukai anak-anak) |
|
Struktur cerita |
Episodik, tanpa alur utama yang kuat |
Linear, fokus pada masalah keluarga Banks |
|
Fokus tema |
Petualangan, magis, kritik halus pada orang dewasa |
Kehangatan keluarga, kebahagiaan, dan nilai kebersamaan |
|
Tokoh Bert |
Hampir tidak ada |
Tokoh penting dalam film 1964 (teman dekat Mary) |
|
Nada cerita |
Lebih gelap dan fantasi yang absurd |
Ceria, emosional, penuh lagu yang mudah diingat |
|
Plot lanjutan |
Novel punya 8 seri |
Film 2018 adalah sekuel film 1964, bukan langsung versi buku |
Intinya:
Novel dan film sama-sama menampilkan sisi magis Mary Poppins yang
membawa perubahan, tetapi perbedaan pendekatan naratif membuat masing-masing
versi punya pesona berbeda. Film Disney menggeser nuansa dari misterius menjadi
penuh kehangatan dan musikal.
Mengapa Mary Poppins Tetap Populer?
1. Adaptif terhadap zaman:
Dari buku tahun 30-an, diproduksi ulang sebagai film klasik tahun 60-an, hingga versi digital high-tech tahun 2018.
2. Ikonik dalam musik dan visual:
Lagu-lagunya melintasi waktu, dikenang generasi ke generasi.
3. Karya lintas media:
Novel, film, teater Broadway, hingga budaya meme.
Mary Poppins lebih dari sekadar dongeng atau film keluarga. Ia adalah ikon literasi, musik, dan sinema yang melambangkan kekuatan imajinasi dan sentuhan magis dalam hari-hari manusia biasa.
Dari halaman buku sampai layar perak, Mary Poppins terus berbisik satu pesan sederhana:
“Anything can happen if you let it.”