Makna Kill the Messenger

Ungkapan kill the messenger berasal dari kebiasaan di masa lalu ketika utusan yang membawa kabar buruk, seperti kekalahan dalam perang, sering kali dihukum atau bahkan dibunuh karena membawa berita yang tidak menyenangkan.
Ungkapan ini memiliki makna kiasan yang merujuk pada tindakan menyalahkan atau menghukum seseorang yang membawa kabar buruk, meskipun orang tersebut bukanlah penyebab masalahnya.
Kill the messenger digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang merasa marah atau kecewa terhadap pesan yang disampaikan dan lantas melampiaskan kemarahannya pada orang yang menyampaikan berita itu, bukan pada penyebab sebenarnya dari masalah yang diberitakan.
Contoh kalimat
1. Don't kill the messenger, I’m just telling you what the boss said.
(Jangan salahkan aku, aku hanya menyampaikan apa yang dikatakan bos.)
2. I know the news isn’t what you were hoping for, but please don’t kill the messenger.
(Aku tahu kabar ini bukan yang kamu harapkan, tapi tolong jangan menyalahkan aku yang menyampaikan berita.)
3. When the news about the data leakage spread, they were quick to kill the messenger instead of addressing the real issues.
(Saat kabar tentang kebocoran data itu tersebar, mereka cepat-cepat menyalahkan penyebar informasi tentang kebocoran itu, bukan menangani masalah sebenarnya yang berupa bocornya data.)
Dari contoh-contoh tersebut, kita bisa melihat bahwa ungkapan kill the messenger digunakan untuk mengingatkan agar kita tidak menyalahkan orang yang hanya menyampaikan informasi.
Pesan yang disampaikan mungkin tidak menyenangkan, tapi pembawa pesan tidak seharusnya menjadi sasaran kemarahan.