Majas dan Jenis-jenisnya
Bahasa yang kita gunakan sebetulnya tidak hanya digunakan untuk menyampaikan informasi secara langsung. Bahasa juga digunakan untuk mengekspresikan perasaan, imajinasi, dan keindahan.
Kita sering menjumpainya dalam karya sastra maupun percakapan sehari-hari dalam bentuk majas, yaitu gaya bahasa yang tidak selalu digunakan dalam arti sebenarnya, sering berupa kiasn, dengan maksud memberikan kesan tertentu.
Dengan majas, bahasa bisa menjadi lebih hidup, menarik, dan penuh makna. Dalam bahasa Inggris, majas dikenal dengan istilah figures of speech.
Jenis-jenis Majas
1. Simile (Majas Perbandingan)
Membandingkan dua hal berbeda dengan menggunakan kata penghubung like atau as.
- Contoh (Inggris):
Her eyes shine like stars.
- Contoh (Indonesia):
Wajahnya cantik seperti bunga yang baru mekar.
2. Metaphor (Majas Metafora)
Majas yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan like atau as.
- Contoh (Inggris):
Time is a thief.
- Contoh (Indonesia):
Hidup adalah sebuah perjalanan.
3. Personification (Majas Personifikasi)
Memberikan sifat atau tindakan manusia kepada benda mati atau hal abstrak.
- Contoh (Inggris):
The wind whispered through the trees.
- Contoh (Indonesia):
Bulan tersenyum di balik awan.
4. Hyperbole (Majas Hiperbola)
Majas yang melebih-lebihkan sesuatu untuk memberi penekanan.
- Contoh (Inggris):
I’ve told you a thousand times!
- Contoh (Indonesia):
Aku sudah menunggumu sejuta tahun.
5. Irony (Majas Ironi)
Mengatakan sesuatu yang berlawanan dengan kenyataan, biasanya untuk sindiran.
- Contoh (Inggris):
What a beautiful day! (diucapkan saat hujan deras).
- Contoh (Indonesia):
Wah, rajin sekali kamu! (kepada orang yang sering malas).
6. Alliteration (Majas Aliterasi)
Pengulangan bunyi konsonan pada awal kata-kata yang berurutan.
- Contoh (Inggris):
She sells seashells by the seashore.
- Contoh (Indonesia):
Budi berlari membawa bola besar.
7. Onomatopoeia (Majas Onomatope)
Menggunakan kata yang menirukan bunyi alam atau suara tertentu.
- Contoh (Inggris):
The bees buzzed in the garden.
- Contoh (Indonesia):
Air hujan jatuh dengan bunyi tik-tik-tik di atap.
8. Euphemism (Majas Eufemisme)
Ungkapan halus yang menggantikan kata-kata kasar atau tidak enak didengar.
- Contoh (Inggris):
He passed away last night.
- Contoh (Indonesia):
Ia berpulang ke rahmat Tuhan.
9. Oxymoron (Majas Oksimoron)
Menggabungkan dua kata yang tampak bertentangan.
- Contoh (Inggris):
Bittersweet memories.
- Contoh (Indonesia):
Dia merasakan kesepian yang ramai.
10. Paradox (Majas Paradoks)
Ungkapan yang terlihat bertentangan tetapi sebenarnya mengandung kebenaran.
- Contoh (Inggris):
Less is more.
- Contoh (Indonesia):
Diam kadang lebih kuat daripada seribu kata.