Learning Style: Memahami Cara Belajar Siswa
Learning style adalah kecenderungan cara seseorang memahami informasi. Konsep ini terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, meskipun sering tidak disadari.
Coba
perhatikan situasi berikut:
- Ada siswa yang harus membaca keras-keras supaya paham dan ingat
- Ada yang justru butuh suasana sangat tenang, tanpa suara apa pun
- Ada yang baru paham setelah melihat video atau gambar
- Ada juga yang tidak bisa diam dan harus belajar sambil bergerak atau praktik langsung
Semua itu bukan kebiasaan “aneh” atau “salah”, melainkan cara otak masing-masing bekerja.
Di sinilah konsep learning style menjadi penting. Pemahaman tentang konsep ini membantu kita memahami bahwa perbedaan cara belajar adalah sesuatu yang wajar.
Salah satu tokoh utama dalam bidang ini adalah Neil Fleming.
Ia mengembangkan model VARK, yang mengelompokkan gaya belajar menjadi empat:
- Visual: belajar lewat apa yang dilihat
- Auditory: belajar lewat apa yang didengar
- Reading/Writing: belajar lewat teks
- Kinesthetic: belajar lewat pengalaman langsung
Model ini tidak bertujuan mengkotak-kotakkan siswa, tetapi membantu memahami kecenderungan belajar mereka.
Mari kita kulik
1. Visual: “Kalau Tidak Lihat, Susah Paham”
Siswa dengan kecenderungan visual biasanya:
· lebih cepat paham dari gambar, diagram, atau video
· suka memberi warna pada catatan
Contoh nyata:
Saat belajar kosakata bahasa Inggris seperti “library”, mereka lebih mudah ingat jika melihat gambar perpustakaan dibanding hanya membaca definisi.
2. Auditory: “Harus Didengar atau Diucapkan”
Siswa auditory sering:
· membaca dengan suara keras
· mengulang materi dengan berbicara
Contoh nyata:
Seorang siswa membaca kalimat:
“She is studying now.”
Ia akan mengulanginya beberapa kali dengan suara sampai terasa “masuk”. Tanpa suara, justru sulit memahami.
3. Reading/Writing: “Lebih Masuk Lewat Tulisan”
Tipe ini:
· suka membaca dan mencatat
· merasa lebih paham setelah menulis ulang
Contoh nyata:
Saat belajar grammar, mereka menulis beberapa contoh kalimat sendiri agar benar-benar mengerti.
4. Kinesthetic: “Harus Dicoba Baru Paham”
Siswa kinesthetic:
· sulit belajar hanya dengan duduk diam
· lebih suka praktik langsung
Contoh nyata:
Daripada hanya membaca dialog:
“Can I help you?”
mereka lebih paham jika langsung mempraktikkannya dalam percakapan.
Implikasi dalam Kehidupan Sosial
Perbedaan gaya belajar juga memengaruhi cara seseorang berinteraksi.
Misalnya:
- Siswa auditory cenderung aktif berbicara dan berdiskusi
- Siswa visual lebih suka penjelasan dengan contoh konkret
- Siswa kinesthetic lebih aktif dalam kegiatan kelompok
Jika tidak dipahami, perbedaan ini bisa menimbulkan kesalahpahaman, seperti: “Dia tidak fokus”
padahal sebenarnya cara belajarnya berbeda.
Dengan memahami learning style, kita bisa:
- lebih menghargai perbedaan
- meningkatkan kerja sama
- mengurangi konflik dalam kelompok belajar
Peran Orang Tua dan Guru
Pemahaman tentang learning style sangat penting bagi orang tua dan guru.
Sering terjadi:
- orang tua ingin anak belajar dengan cara mereka dulu
- guru menggunakan satu metode untuk semua siswa
Padahal, tidak semua anak cocok dengan cara tersebut.
Pendekatan yang lebih tepat adalah:
- mengamati kecenderungan anak
- memberi variasi cara belajar
- tidak memaksa satu metode
Misalnya:
- anak yang suka bergerak jangan dipaksa duduk diam terlalu lama
- anak yang butuh suasana tenang jangan dipaksa belajar sambil diskusi ramai
Apa Dampaknya Jika Dipaksa?
Memaksa anak belajar dengan cara yang tidak sesuai bisa berdampak serius, seperti:
1. Stres dan Penolakan Belajar
Anak merasa belajar itu berat dan tidak menyenangkan.
2. Menurunnya Kepercayaan Diri
Anak bisa berpikir: “Saya tidak pintar”
padahal yang tidak cocok adalah metodenya.
3. Hasil Belajar Tidak Optimal
Informasi sulit dipahami karena tidak sesuai dengan cara kerja otak mereka.
Implikasi dalam Belajar Bahasa Inggris
Belajar bahasa Inggris melibatkan banyak keterampilan (listening, speaking, reading, and writing), karena itu, learning style sangat berpengaruh.
Contohnya:
- siswa auditory lebih cepat berkembang di listening dan speaking
- siswa visual terbantu dalam memahami konteks dan kosakata
- siswa reading/writing kuat dalam grammar
- siswa kinesthetic unggul dalam praktik komunikasi
Namun, keberhasilan terbaik terjadi ketika:
- siswa mulai dari cara yang nyaman
- lalu secara bertahap mencoba cara lain
Learning style adalah cara unik setiap individu dalam belajar, sebagaimana dijelaskan oleh Neil Fleming melalui model VARK.
Perbedaan ini terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari, dari cara siswa membaca, mendengar, hingga berinteraksi. Gaya belajar tidak perlu dipaksakan berubah, tetapi perlu dipahami dan difasilitasi
Bagi orang tua dan guru, kuncinya adalah mendukung, bukan memaksakan.
Ketika siswa belajar dengan cara yang sesuai, mereka tidak hanya lebih cepat memahami, tetapi juga lebih percaya diri dan menikmati proses belajar itu sendiri.