LEARNING ESP FROM ALUMNI: BELAJAR WIRAUSAHA KURSUS BAHASA
Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali mengadakan kegiatan Kelas Umum Praktisi di bawah kegiatan pemberdayaan alumni yang bertema “From Classroom to Career: Real World Perspectives in ESP Course Management” pada Selasa, 21 Oktober 2025, bertempat di Auditorium Room T14, FBS UNESA.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2022, serta dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNESA. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Bapak Dr. Him'mawan Adi Nugroho, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan profesional.
“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari para praktisi atau alumni yang telah berhasil menerapkan teori dalam konteks nyata. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menyiapkan lulusan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Pak Himmawan.
Setelah itu, kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA, Bapak Syafiul Anam, Ph.D. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi atas inisiatif program studi yang melibatkan alumni sebagai praktisi pembelajar. “kami selalu mendukung kolaborasi antara akademisi dan praktisi. Dunia kerja berkembang sangat cepat, dan mahasiswa perlu mendapat wawasan langsung dari mereka yang sudah terjun ke lapangan,” tutur beliau.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi utama yaitu berbagi pengalaman dan inspirasi dari dua alumni berprestasi, Denanda Pratiwi Putry, S.Pd., M.Pd. dan Putri Gayatri, S.Pd., M.Pd., Ph.D., yang kini meniti karier di bidang pendidikan dan pengelolaan kursus bahasa.
Pembicara
pertama, Denanda Pratiwi Putry, S.Pd., M.Pd., pendiri EGAO Academy dan alumni
tahun angkatan 2013, membawakan materi bertajuk “Turning Passion in Education
into a Sustainable Business: Building a Language Course That Thrives.”
Denanda berbagi pengalamannya sebagai edupreneur muda di Sidoarjo, mulai dari
riset pasar, analisis kebutuhan, hingga strategi membangun sistem kursus bahasa
yang berkelanjutan. “Menjadi pendidik bukan berarti berhenti mengajar tetapi
memperluas ruang kelas ke dunia yang lebih besar. Setiap ide bisa tumbuh
menjadi sistem yang berdampak,” ungkap Denanda.
Ia
juga mendorong mahasiswa untuk berani berinovasi dan berpikir kreatif.
“Dunia kerja menuntut fleksibilitas, empati, dan kemampuan untuk terus belajar.
Itulah semangat yang saya bawa dalam membangun EGAO Academy.”
Sesi berikutnya di sampaikan oleh Putri Gayatri, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dosen di Universitas Brawijaya dan alumni tahun angkatan 2008, menyampaikan materi berjudul “Teaching with Purpose: Exploring ESP Material Development and Teacher Preparation.” Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya keterampilan guru dalam mengembangkan materi English for Specific Purposes (ESP) yang sesuai berdasarkan analisis kebutuhan dan pemanfaatan sumber autentik.
“AI
seperti Chatgpt bisa menjadi alat bantu, tapi guru tetap harus menjadi
pengambil keputusan utama. Produk dari AI tidak bisa langsung digunakan di
kelas tanpa adaptasi pedagogis,” jelas Dr. Putri.
Beliau juga menambahkan, “Kualitas pembelajaran akan meningkat jika guru terus
berlatih merancang, merefleksikan, dan memperbaiki keputusan mengajarnya setiap
menit.”
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Mahasiswa aktif bertanya tentang peluang karier di bidang pengajaran bahasa, hingga langkah-langkah memulai bisnis kursus bahasa.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNESA menegaskan komitmennya untuk terus menjembatani dunia akademik dan profesional, memastikan mahasiswa dan lulusannya tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu berinovasi dan berkontribusi nyata di masyarakat.
Untuk membaca materi presentasi kegiatan ini silahkan klik link berikut ini:
Materi Denanda
Materi Putri Gayatri