Highlander dalam Dilema Forever Young dan Immortality

Di Skotlandia, Highlanders adalah penduduk yang hidup di daerah pegunungan di bagian utara. Mereka memiliki budaya dan tradisi yang kaya, termasuk penggunaan bahasa Gaelic Skotlandia. Highlanders di Skotlandia ini mempunyai riwayat klan dan sejarah yang kuat dalam perlawanan melawan penjajahan.
Selain di Skotlandia, istilah highlander juga bisa digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang tinggal di daerah dataran tinggi di berbagai negara, seperti di Ethiopia, Peru, dan Papua Nugini, yang sering hidup di daerah pegunungan dan memiliki gaya hidup yang berbeda karena kondisi geografis mereka.
Istilah highlander seringkali dikaitkan dengan cerita fiksi populer, khususnya dari film dan serial TV berjudul Highlander yang pertama kali tayang tahun 1986. Dalam konteks ini, Highlander merujuk pada sekelompok manusia abadi yang tidak bisa mati kecuali kepalanya dipenggal.
Dalam serial TV, tokoh utamanya adalah seorang pria bernama Connor MacLeod, yang berasal dari dataran tinggi Skotlandia yang merupakan pegunungan yang indah. Para immortals atau manusia abadi ini, termasuk Connor, adalah individu yang terlahir dengan kemampuan untuk hidup selamanya, kecuali mereka dibunuh dengan cara dipenggal kepalanya.
Pertarungan antar immortals sering terjadi karena pada akhirnya hanya satu orang yang akan bertahan hidup, sesuai dengan konsep “There can be only one” (Hanya bisa ada satu).
Salah satu tema utama dalam cerita Highlander adalah konsep forever young atau awet muda, di mana para immortals tidak mengalami penuaan. Mereka bisa hidup selama berabad-abad tanpa menunjukkan tanda-tanda penuaan, meskipun mereka dapat merasakan rasa sakit.
Konsep forever young ini menghadirkan banyak dilema bagi para karakter di dalam serial Highlander. Meskipun mereka memiliki kehidupan abadi, mereka tetap harus menyaksikan orang-orang yang mereka cintai menua dan akhirnya meninggal. Hal ini membawa konflik emosional dan luka jiwa yang dalam, dan membuat mereka merasa terisolasi meskipun mereka memiliki banyak kekuatan.
Konsep forever young dalam cerita Highlander tidak hanya berbicara tentang keuntungan hidup abadi, tetapi juga menggambarkan sisi gelap dan tantangan emosional yang dihadapi para immortals saat hidup lebih lama daripada yang seharusnya.
Berbeda dengan yang digambarkan dalam film Highlander, di dunia nyata tidak ada manusia yang abadi atau hidup selamanya. Konsep immortal atau manusia abadi yang tidak bisa mati kecuali kepalanya dipenggal adalah murni elemen fiksi dan fantasi. Di dunia nyata, para highlanders tetap manusia biasa yang tunduk pada hukum alam seperti mengalami penuaan dan kematian.