Halloween
Halloween adalah perayaan yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober, tapi di banyak negara suasananya terasa selama satu bulan penuh. Sekarang Halloween identik dengan kostum seram, pesta, dan labu berwajah lucu, tapi ternyata sejarahnya panjang banget dan menarik lho!
Yuk, kita bahas sejarahnya.
Kata Halloween berasal dari ungkapan bahasa Inggris lama “All Hallows’ Eve”, yang artinya malam sebelum Hari Semua Orang Kudus (All Saints’ Day).
· “Hallow” berarti “orang suci”
· “E’en” adalah bentuk pendek dari “evening” (malam hari)
Lama-kelamaan, frasa itu disingkat jadi Halloween. Dulu memang ada kaitannya dengan tradisi keagamaan, tapi sekarang maknanya sudah bergeser jadi lebih ke budaya populer dan hiburan.
Halloween di Zaman Sekarang
Sekarang, Halloween jadi salah satu perayaan paling populer di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, dan Australia.
Anak-anak biasanya mengenakan kostum lucu atau seram dan berkeliling ke
rumah-rumah untuk meminta permen — tradisi ini disebut trick-or-treat.
Sementara orang dewasa ikut meramaikan lewat pesta kostum, dekorasi rumah
seram, sampai nonton film horor bareng teman.
Selain itu, Halloween juga jadi bagian penting dari dunia hiburan dan pariwisata. Banyak taman bermain, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata mengadakan acara bertema Halloween seperti rumah hantu, parade, dan festival labu.
Kenapa Halloween Terasa Selama Satu Bulan Penuh?
Walaupun tanggal resminya cuma 31 Oktober, semangat Halloween sudah terasa sejak awal bulan.
Ini alasannya:
1. Bisnis dan hiburan mulai lebih awal
Sejak awal Oktober, toko-toko sudah menjual kostum, dekorasi, dan permen Halloween. Film dan acara TV juga mulai menayangkan episode bertema seram.
2. Sekolah dan komunitas bikin acara lebih cepat
Banyak sekolah, kampus, atau organisasi mengadakan lomba kostum atau pesta
sebelum tanggal 31 biar nggak bentrok dengan acara lain.
3. Pengaruh media sosial
Sepanjang Oktober, media sosial dipenuhi postingan bertema Halloween: makeup
seram, dekorasi rumah, resep makanan, sampai foto bareng labu oranye.
4. Musim gugur di negara Barat
Di negara-negara empat musim, Oktober identik dengan dedaunan oranye dan udara
dingin — suasana yang pas banget untuk tema Halloween.
Makanya, sekarang orang menyebutnya sebagai “musim Halloween”
Bagi kebanyakan orang, Halloween itu seru dan kreatif. Tapi ada juga yang menganggapnya terlalu konsumtif atau kurang cocok untuk anak-anak kecil karena terlalu menyeramkan. Ada pula yang menilai beberapa kostum bisa menyinggung budaya tertentu.
Namun kalau dilakukan dengan bijak dan positif, Halloween bisa jadi momen seru untuk berekspresi, berkreasi, dan mempererat kebersamaan.
Dan kalau kamu tidak ingin merayakan Halloween, nggak apa-apa juga.
Tidak ada risiko atau kewajiban apa pun. Semua tergantung pilihan masing-masing keluarga atau individu.