CRAB MENTALITY itu apa sih?
Crab mentality atau crab bucket mentality adalah istilah yang menggambarkan perilaku iri hati dan keengganan melihat orang lain sukses.
Seperti kepiting-kepiting dalam ember yang saling menarik ke bawah agar tak ada yang keluar, manusia pun kadang bersikap demikian—menghalangi orang lain maju karena tidak ingin kalah dari orang tersebut.
Contoh Crab Mentality:
1. Di tempat kerja:
Ketika ada rekan kerja yang dapat promosi, orang lain malah menyebarkan gosip negatif, bukannya mengucapkan selamat.
2. Dalam komunitas:
Saat seseorang membuka bisnis baru dan sukses, tetangganya malah menyindir, “Pasti main belakang tuh.”
3. Di media sosial:
Influencer yang sukses sering jadi sasaran hate comment dari orang yang iri.
Contoh Crab Mentality di Lingkungan Kampus
1. Skripsi:
Mahasiswa yang sudah lebih dulu menyelesaikan proposal skripsi, enggan membantu
teman lain karena takut tersaingi.
2. Organisasi:
Anggota yang punya ide inovatif justru disabotase karena dianggap “sok pintar”
atau “mau cari panggung sendiri.”
3. Prestasi Akademik:
Mahasiswa yang rajin ikut lomba dicap “ambisius” atau “cari muka,” bukan didukung.
Ada sejumlah istilah Bahasa Inggris yang terkait dengan istilah crab mentality. Diantaranya adalah:
|
No |
Istilah |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
1 |
Crab mentality |
Sikap menarik orang lain ke bawah agar tidak sukses |
Crab mentality ruins many team efforts. |
|
2 |
Jealousy |
Iri hati |
Her jealousy was obvious when she saw her friend's success. |
|
3 |
Envy |
Iri dengan keberhasilan orang lain |
He felt envy when his friend got a scholarship. |
|
4 |
Backstab |
Menusuk dari belakang |
I can’t believe he backstabbed me during the presentation. |
|
5 |
Sabotage |
Mengacaukan rencana orang lain secara diam-diam |
They tried to sabotage her project because they were jealous. |
|
6 |
Toxic environment |
Lingkungan yang negatif dan merusak mental |
The office became a toxic environment full of gossip and hate. |
|
7 |
Pull someone down |
Menjatuhkan orang lain |
Why do you always try to pull others down instead of supporting them? |
|
8 |
Badmouthing |
Membicarakan buruk seseorang di belakang |
He kept badmouthing his classmate to the lecturer. |
|
9 |
Hater |
Pembenci, orang yang terus-menerus negatif |
Don’t let the haters stop you from shining. |
|
10 |
Competitiveness |
Sifat terlalu ingin bersaing |
Healthy competitiveness is good, but not when it becomes toxic. |
|
11 |
Insecurity |
Perasaan tidak percaya diri yang menyebabkan iri hati |
Her insecurity made her lash out at others. |
|
12 |
Negative peer pressure |
Tekanan dari teman untuk ikut menjatuhkan |
He didn’t want to criticize her, but gave in to negative peer pressure. |
|
13 |
Tearing others down |
Menghancurkan orang lain secara emosional atau sosial |
Success should be about lifting each other up, not tearing others down. |
|
14 |
Gossip |
Membicarakan keburukan orang lain |
Gossip is often a sign of crab mentality. |
|
15 |
Undermine |
Meremehkan atau melemahkan orang lain secara halus |
He tried to undermine her confidence in every meeting. |
|
16 |
One-upmanship |
Selalu ingin lebih hebat dari orang lain |
Their friendship turned sour due to constant one-upmanship. |
|
17 |
Resentment |
Perasaan tidak suka karena iri |
There was resentment in her tone when she talked about her successful friend. |
|
18 |
Discouragement |
Tindakan membuat orang lain merasa gagal |
Instead of support, he only gave discouragement. |
|
19 |
Bitterness |
Kepahitan yang berakar dari iri atau gagal |
Her bitterness shows every time she talks about her ex-colleagues. |
|
20 |
Tear someone apart |
Mengkritik atau menyerang orang lain secara menyakitkan |
Why do you have to tear people apart just because you disagree? |
Cara mencegah crab mentality?
1. Bangga atas keberhasilan orang lain.
2. Fokus pada peningkatan diri sendiri.
3. Berbagi ilmu dan sumber daya.
4. Bangun budaya saling support, bukan saingan.
5. Sadari bahwa rezeki dan keberhasilan setiap orang berbeda.
Crab mentality tidak hanya merugikan orang lain, tapi juga merusak potensi kita sendiri. Di lingkungan kampus, di mana seharusnya kita belajar dan bertumbuh bersama, mari tinggalkan mentalitas saling menjatuhkan. Jadilah pribadi yang mendorong temanmu naik ke atas, karena saat satu orang sukses, komunitas pun ikut terangkat.