Arti Tone Deaf

Istilah tone deaf memiliki dua makna yang berbeda, tergantung pada konteks penggunaannya.
TONE DEAF DALAM KONTEKS MUSIK
Dalam konteks musik, tone deaf menggambarkan seseorang yang tidak bisa membedakan nada. Mereka mengalami kesulitan untuk mengenali nada tinggi dan rendah, sehingga tidak dapat mengikuti melodi dengan baik. Kondisi medis ini disebut amusia yang merupakan gangguan neurologis di mana otak tidak dapat memproses atau menginterpretasikan suara musik dengan baik. Kondisi ini juga disebut off-key yang berarti menyanyi di luar nada yang seharusnya.
Dalam bahasa Indonesia, tone deaf dikenal dengan istilah buta nada.
Contoh kalimat:
· She loves singing, but unfortunately, she’s tone deaf and struggles to stay on key.
· His amusia made it impossible for him to recognize different melodies, even with extensive music training.
· During the school concert, several students were singing off-key, which made the performance less enjoyable.
TONE DEAF DALAM KONTEKS SOSIAL
Dalam konteks sosial (makna kiasan), tone deaf menggambarkan seseorang yang tidak peka terhadap situasi sosial atau emosional. Kondisi tone deaf secara sosial merujuk pada kegagalan membaca isyarat emosional orang lain atau bertindak tidak sesuai dengan norma sosial. Mereka bisa tampak tidak sensitif terhadap perasaan orang lain dan ini ering kali menimbulkan ketidaknyamanan dalam interaksi sosial.
Contoh kalimat:
His joke during the funeral was completely tone deaf, and it upset everyone in the room.
Beberapa sinonim untuk tone deaf dalam konteks sosial ini diantaranya adalah:
1. Insensitive
Ketidakpekaan terhadap perasaan orang lain atau situasi tertentu.
Contoh:
She was so focused on her own problems that her response seemed insensitive to the feelings of her friend.
2. Oblivious
Tidak menyadari isyarat sosial atau situasi di sekitar.
Contoh:
He walked into the room oblivious to the fact that everyone was upset after the bad news.
3. Tactless
Tidak bijaksana dalam kata-kata atau tindakan, sering kali menyebabkan ketidaknyamanan.
Contoh:
Her tactless comment about his recent job loss made the whole situation even more awkward.
4. Clueless
Kurangnya pemahaman atau kesadaran tentang situasi sosial yang sedang terjadi.
Contoh:
When it comes to reading social cues, he’s completely clueless and often says the wrong thing at the worst time.
5. Out of touch
Tidak sinkron atau tidak menyadari perubahan atau tren dalam masyarakat atau lingkungan.
Contoh:
His outdated views on social media show how out of touch he is with today's digital world.