Workshop Global Curriculum Practices in Indonesia
Dosen S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan dosen selingkung FBS UNESA mengikuti workshop Global Curriculum Practices in Indonesia bersama Dr. Lies Budyana pada hari Selasa, 10 Februari 2026.
Fokus utama kegiatan ini adalah
pendalaman konseptual mengenai kurikulum yang digunakan di Satuan Pendidikan
Kerja Sama (SPK) serta klarifikasi atas istilah yang kerap disebut sebagai “kurikulum
internasional.”

Dr. Lies menegaskan bahwa SPK bukanlah nama kurikulum, melainkan status satuan pendidikan yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan asing. Istilah “kurikulum internasional” pun tidak tunggal. Ada yang berbentuk curriculum framework komprehensif dengan filosofi, struktur, dan pendekatan pedagogis yang jelas seperti International Baccalaureate (IB), dan ada pula yang lebih tepat dipahami sebagai assessment board dengan silabus dan sistem evaluasi tertentu seperti Cambridge atau Edexcel. Karena itu, sekolah tetap harus menyusun kurikulum operasional yang selaras dengan regulasi nasional sekaligus menjaga koherensi tujuan, metode, dan asesmen.
Diskusi juga membahas model implementasi di SPK, baik melalui pendekatan integratif (menggabungkan kurikulum nasional dan mitra asing) maupun adaptif (mengontekstualisasi kurikulum internasional ke dalam setting Indonesia). Penekanan utama bukan pada label internasionalnya, tetapi pada konsistensi desain kurikulum dan kesesuaiannya dengan filosofi pembelajaran yang dianut.
Bagi dosen Pendidikan Bahasa Inggris, pemahaman terhadap kurikulum internasional menjadi krusial karena mereka berperan dalam merancang kurikulum LPTK dan membentuk kompetensi profesional calon guru. Tanpa literasi kurikulum komparatif, proses perkuliahan berisiko hanya berorientasi pada konteks nasional, padahal lulusan berpotensi mengajar di sekolah nasional, SPK, maupun institusi berbasis asesmen internasional. Pemahaman ini juga penting untuk pengembangan riset di bidang kurikulum dan pedagogi global.
Sementara itu, bagi mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris, pengetahuan tentang kurikulum internasional memperluas horizon profesional mereka. Mereka tidak hanya belajar metode mengajar, tetapi juga memahami struktur kompetensi, sistem asesmen, dan pendekatan pembelajaran yang berlaku dalam berbagai ekosistem pendidikan. Dengan bekal ini, calon guru memiliki kesiapan adaptif dan daya saing yang lebih kuat dalam lanskap pendidikan yang semakin global.
Workshop ini menegaskan bahwa kualitas kurikulum tidak ditentukan oleh sebutannya, melainkan oleh kedalaman pemahaman, ketepatan desain, dan integritas implementasinya.