Scholarship Series 15 - DAAD Scholarships
Melanjutkan pendidikan ke luar negeri dapat menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman akademik, mengembangkan kompetensi, membangun jejaring internasional, dan mempersiapkan diri untuk karier di tingkat global.
DAAD (German Academic Exchange Service) merupakan organisasi yang mendukung pertukaran akademik dan menyediakan berbagai program pendanaan bagi mahasiswa, lulusan, peneliti, dan akademisi internasional untuk melakukan studi, penelitian, maupun pengembangan akademik di Jerman. DAAD menyediakan berbagai program dengan bidang, jenjang, persyaratan, manfaat, dan jadwal pendaftaran yang berbeda.
Karena itu, DAAD bukan satu program beasiswa dengan satu formulir dan satu jadwal pendaftaran. Calon pendaftar perlu mencari program yang sesuai melalui DAAD Scholarship Database dan membaca ketentuan masing-masing program secara lengkap.
Bagi mahasiswa S1, DAAD dapat menjadi salah satu peluang yang dipersiapkan untuk studi lanjut setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Beberapa program untuk lulusan bahkan memungkinkan mahasiswa tingkat akhir untuk mendaftar sebelum lulus, selama seluruh persyaratan akademik dapat dipenuhi sebelum periode pendanaan dimulai.
*Catatan: Informasi dalam artikel ini mengacu pada informasi resmi DAAD dan DAAD Indonesia yang tersedia pada 2026. Karena setiap program memiliki ketentuan yang berbeda, informasi pada artikel ini merupakan panduan awal. Selalu periksa Call for Applications dari program yang dipilih sebelum mendaftar.
❖ Tentang DAAD Scholarships
DAAD merupakan salah satu organisasi utama yang mendukung pertukaran akademik internasional antara Jerman dan negara-negara lain.
Untuk Indonesia, informasi mengenai program DAAD tersedia melalui DAAD Regional Office Jakarta. Laman resmi DAAD Indonesia menyediakan informasi mengenai beasiswa, basis data program, serta panduan bagi calon mahasiswa dan peneliti.
Program DAAD dapat ditujukan untuk berbagai kelompok, termasuk:
1. mahasiswa;
2. lulusan;
3. mahasiswa doktoral;
4. peneliti pascadoktoral; dan
5. akademisi.
Tidak semua program terbuka untuk semua kelompok. Karena itu, status akademik calon pendaftar perlu disesuaikan dengan persyaratan program yang dipilih.
❖ Program DAAD yang Dapat Dipertimbangkan
Karena terdapat banyak program, calon pendaftar sebaiknya tidak mencari “satu beasiswa DAAD”, tetapi memilih program berdasarkan jenjang, bidang studi, dan tujuan akademik.
1. Study Scholarships - Master Studies for All Academic Disciplines
Program ini ditujukan bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana atau program Master di Jerman.
Program dapat mendukung:
1. program Master di perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi yang diakui negara di Jerman; atau
2. periode studi tertentu di Jerman sebagai bagian dari program Master di perguruan tinggi asal, sesuai ketentuan program.
Durasi pendanaan dapat berlangsung 10-24 bulan, tergantung durasi program studi yang dipilih.
Program ini dapat menjadi salah satu pilihan yang relevan bagi lulusan S1 yang ingin melanjutkan studi Master di Jerman, termasuk bagi mereka yang mencari program dalam bidang yang sesuai dengan latar belakang akademiknya.
2. Development-Related Postgraduate Courses (EPOS)
EPOS merupakan salah satu program DAAD yang mendukung studi pascasarjana yang berkaitan dengan pembangunan.
Program ini memiliki persyaratan khusus dan tidak dapat dianggap sebagai persyaratan umum untuk seluruh beasiswa DAAD. Calon pendaftar perlu memeriksa program studi yang termasuk dalam EPOS serta persyaratan masing-masing program.
3. Program Doktoral
DAAD juga menyediakan berbagai program pendanaan bagi calon doktor dan mahasiswa PhD untuk melanjutkan pendidikan doktoral atau melakukan penelitian di Jerman.
Dalam basis data DAAD Indonesia, Doctoral Programmes in Germany merupakan salah satu program yang tersedia dengan pendanaan yang dapat dimulai pada 2027.
❖ Jenjang Studi
DAAD memiliki program untuk berbagai tahap pendidikan dan karier akademik.
Program yang tersedia dapat ditujukan kepada:
1. mahasiswa;
2. lulusan S1;
3. mahasiswa Master;
4. calon doktor atau mahasiswa PhD;
5. peneliti; dan
6. akademisi.
Untuk mahasiswa S1, peluang yang paling relevan perlu dicari berdasarkan status dan tujuan studi. DAAD Indonesia menjelaskan bahwa pada program yang ditujukan kepada lulusan, mahasiswa dapat mendaftar paling awal pada tahun terakhir studinya, dengan syarat seluruh persyaratan akademik terpenuhi sebelum pendanaan dimulai. Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu menunggu lama untuk mulai mempersiapkan diri.
❖ Persyaratan Pendaftaran
Tidak ada satu daftar persyaratan yang berlaku untuk seluruh program DAAD.
Persyaratan dapat berbeda berdasarkan program, bidang studi, negara asal, jenjang pendidikan, dan tujuan pendanaan.
Namun, calon pendaftar pada umumnya perlu memperhatikan:
1. latar belakang pendidikan yang sesuai;
2. prestasi akademik;
3. kesesuaian bidang studi;
4. kemampuan bahasa sesuai program;
5. CV;
6. surat motivasi;
7. rencana studi atau proposal penelitian apabila dipersyaratkan;
8. surat rekomendasi; dan
9. dokumen tambahan sesuai Call for Applications.
Untuk program Study Scholarships - Master Studies for All Academic Disciplines, misalnya, pelamar harus telah menyelesaikan gelar pertama seperti Bachelor paling lambat ketika periode pendanaan dimulai. Gelar terakhir pada umumnya juga tidak boleh diperoleh lebih dari enam tahun sebelum batas pendaftaran.
❖ Persyaratan Bahasa
Persyaratan bahasa bergantung pada bahasa pengantar program studi yang dipilih.
Jika program menggunakan bahasa Inggris, calon pendaftar perlu memenuhi bukti kemampuan bahasa Inggris yang dipersyaratkan. DAAD mencantumkan beberapa sertifikat yang dapat digunakan, termasuk IELTS, TOEFL iBT, Cambridge English, PTE Academic, dan Duolingo English Test, tergantung ketentuan program.
Untuk program yang menggunakan bahasa Jerman, bukti kemampuan bahasa Jerman dapat diperlukan.
Karena itu, calon pendaftar perlu memeriksa secara langsung persyaratan bahasa pada program yang dipilih.
❖ Manfaat DAAD Scholarships
Manfaat DAAD berbeda-beda sesuai program.
Sebagai contoh, pada Study Scholarships - Master Studies for All Academic Disciplines, komponen pendanaan yang tercantum dalam informasi resmi meliputi:
a. Tunjangan Beasiswa: Penerima memperoleh €992 per bulan untuk program tersebut.
b. Asuransi: Tersedia dukungan untuk asuransi kesehatan, kecelakaan, dan tanggung jawab pribadi sesuai ketentuan.
c. Tunjangan Perjalanan: Tunjangan perjalanan dapat diberikan sesuai dengan ketentuan program dan persyaratan pengajuan.
d. Tunjangan Studi: Program tersebut mencantumkan tunjangan studi tahunan sebesar €460.
e. Dukungan Bahasa: Dalam kondisi tertentu, DAAD dapat memberikan dukungan untuk kursus bahasa sebelum atau selama studi, termasuk kursus bahasa Jerman apabila diperlukan.
*Catatan: Komponen dan besaran diatas merupakan contoh untuk program Study Scholarships - Master Studies for All Academic Disciplines.
❖ Dokumen dan Data yang Perlu Disiapkan
Calon pendaftar sebaiknya mulai mempersiapkan dokumen sejak jauh sebelum periode pendaftaran.
Dokumen dapat meliputi:
1. identitas diri;
2. ijazah dan transkrip akademik;
3. CV;
4. bukti kemampuan bahasa;
5. surat motivasi;
6. rencana studi;
7. surat rekomendasi;
8. surat penerimaan dari universitas apabila telah tersedia atau diwajibkan;
9. proposal penelitian apabila dipersyaratkan; dan
10. dokumen tambahan sesuai program..
Dokumen yang tidak menggunakan bahasa Inggris atau Jerman perlu diterjemahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
❖ Jadwal DAAD
Salah satu hal terpenting yang perlu dipahami adalah bahwa DAAD tidak memiliki satu deadline untuk seluruh program.
Setiap program memiliki jadwal pendaftaran masing-masing.
Sebagai contoh, pada informasi DAAD yang tersedia untuk 2026, beberapa program mencantumkan:
|
Program |
Batas Pendaftaran |
|
Study Scholarships - Master Studies for All Academic Disciplines |
31 Agustus 2026 |
|
Study Scholarships - STEM Disciplines |
21 Oktober 2026 |
|
Doctoral Programmes in Germany |
21 Oktober 2026 |
|
Bi-nationally Supervised Doctoral Degrees / Cotutelle |
21 Oktober 2026 |
Tanggal di atas merupakan contoh dari program yang tercantum dalam basis data DAAD dan bukan satu jadwal umum DAAD.
Untuk itu, mahasiswa perlu mencari program terlebih dahulu dan kemudian memeriksa deadline pada halaman program tersebut.
❖ Tips bagi Calon Pendaftar
1. Jangan menganggap DAAD sebagai satu beasiswa
Cari program yang spesifik, bukan hanya mencari informasi dengan kata kunci “DAAD Scholarship”.
2. Mulai dari bidang studi
Tentukan bidang yang ingin dipelajari dan cari program yang sesuai.
3. Persiapkan kemampuan bahasa sejak awal
Jika menargetkan program berbahasa Inggris, mulai persiapkan sertifikat bahasa yang diterima. Jika program menggunakan bahasa Jerman, persiapkan kemampuan bahasa Jerman sesuai persyaratan.
4. Bangun CV akademik
Dokumentasikan pengalaman organisasi, penelitian, konferensi, publikasi, kegiatan akademik, maupun pengalaman profesional yang relevan.
5. Persiapkan surat motivasi
Jelaskan alasan memilih bidang studi, alasan memilih program, serta hubungan studi tersebut dengan rencana akademik dan profesional.
6. Perhatikan persyaratan setiap program
Jangan menggunakan persyaratan satu program sebagai standar untuk program DAAD lainnya.
7. Mulai sejak S1
Mahasiswa S1 dapat mulai mempersiapkan diri dengan menjaga prestasi akademik, meningkatkan kemampuan bahasa, dan mulai mencari bidang studi yang ingin ditekuni setelah lulus.
FAQ - Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apa itu DAAD?
DAAD adalah German Academic Exchange Service, organisasi yang menyediakan berbagai program pendanaan dan mendukung pertukaran akademik internasional.
2. Apakah DAAD merupakan satu jenis beasiswa?
Tidak. DAAD menyediakan berbagai program dengan persyaratan, bidang, jenjang, manfaat, dan jadwal yang berbeda.
3. Apakah DAAD hanya untuk mahasiswa S2?
Tidak. Program DAAD juga tersedia untuk mahasiswa, lulusan, calon doktor, peneliti, dan akademisi, tergantung programnya.
4. Apakah DAAD memiliki batas usia?
Tidak terdapat satu batas usia umum untuk seluruh program. Namun, beberapa program dapat memiliki ketentuan mengenai berapa lama sejak gelar terakhir diperoleh.
5. Apakah harus bisa bahasa Jerman?
Tidak selalu. Persyaratan bahasa bergantung pada bahasa pengantar program. Program tertentu dapat menggunakan bahasa Inggris, sementara program lainnya menggunakan bahasa Jerman.
❖ Tautan Resmi
DAAD Scholarships for Indonesia