Logical Fallacy: Kesalahan Berpikir yang Sering Bikin Argumen Gagal Total
Pernah nggak sih kamu debat sama teman, tapi ujung-ujungnya malah salah fokus, ngomongin hal gak nyambung, atau malah nyerang pribadi? Nah, itu bisa jadi karena kamu atau lawan debatmu pakai logical fallacy alias kesalahan dalam cara berpikir (sesat pikir).Logical fallacy sering muncul saat kita nulis essay bahasa Inggris, debat di kelas, bahkan pas bikin konten TikTok atau ngomong di podcast.
Yuk kita bedah jenis-jenisnya dengan bahasa yang santai, gampang, tapi tetap ilmiah!
Apa Itu Logical Fallacy?
Logical fallacy adalah pola berpikir yang salah, tapi kelihatan seperti benar.
Bikin orang kayak tertipu logika sendiri.
Akibatnya?
Argumen yang disampaikan kelihatan lemah atau malah gagal total.
Berikut ini jenis logical fallacy yang wajib kamu tahu biar makin kritis dan keren:
1. Ad Hominem
(Nyerang Orangnya, Bukan Idenya)
“Idemu tentang belajar online jelek, soalnya kamu bukan murid pintar”.
Ini pernyataan yang salah banget karena yang diserang orangnya, bukan argumennya.
Karenanya kita peru belajar untuk menyerang pernyataan, bukan personalnya.
Tips buat kamu:
kalau debat bahasa Inggris, mulai dengan:
“I disagree with the idea because…”,
bukan
“You’re wrong because you’re…”
2. Strawman
(Membesar-besarkan Argumen Lawan)
A: “Pakai AI bisa bantu belajar bahasa”.
B: “Ohh jadi kamu mau robot gantiin guru nih?”
Respon ini tergolong fallacy karena jelas-jelas
bukan itu maksud pembicara A.
Tips:
paraphrase dulu sebelum nyanggah → “So what you mean is…”
3. Appeal to Authority
(Percaya Mentah-mentah Sama Orang Hebat)
“Ini benar, soalnya dosen terkenal yang bilang.”
Nope. Orang hebat bisa salah juga.
Tips:
Tambahin sumber lain. Jangan cuma ngutip nama besar tanpa bukti.
4. Appeal to Tradition
(Dulu Begini, Jadi Harus Tetap Begitu)
“Metode grammar-translation udah dipakai lama. Jadi itu yang terbaik”.
Tradisi nggak selalu relevan buat zaman
sekarang.
Tips:
coba bandingkan dengan metode baru kayak communicative learning.
5. Bandwagon / Popularity
(Karena Banyak yang Pakai, Pasti Bagus)
“Semua orang pakai app ini, pasti paling efektif deh.”
Nah lho, belum tentu!
Tips:
cek review, tes dulu. Popular ≠ terbaik.
6. False Analogy
(Perbandingan Ngaco)
“Belajar bahasa = install aplikasi. Sekali pasang, beres!”
Pernyataan
ini sesat pikir. Bahasa itu dipelajari, bukan di-install.
Tips:
pastikan dua hal yang dibandingin beneran mirip dalam hal pentingnya.
7. Equivocation
(Kata Ganda Makna Bikin Bingung)
“Dia orang yang ‘cool’.”
Cool = keren? Tenang? Dingin?
Tips:
di writing/speaking, jelasin maksudmu atau kasih konteks yang jelas.
8. Circular Reasoning (Muter-Muter di Tempat)
“Grammar itu penting karena grammar harus dikuasai.”
Ngejelasin
sesuatu pakai hal yang sama.
Tips:
tambahkan alasan eksternal → “Grammar helps you be understood clearly”.
9. Post Hoc / False Cause
“Nilai TOEFL ku meningkat setelah belajar pakai YouTube. Berarti YouTube penyebabnya!”
Belum tentu. Bisa karena latihan lain juga.
Tips:
bedakan correlation dan causation.
10. Hasty Generalization
(Bikin Kesimpulan Terburu-buru)
“Aku susah belajar grammar. Berarti semua orang juga susah!”
Noooo.
Jangan sok mewakili satu dunia.
Tips:
pastikan data yang kamu pakai cukup dan beragam.
11. False Dilemma
(Milih di antara Dua Padahal Ada Banyak Pilihan)
“Kalau nggak fluent, ya kamu gagal belajar bahasa.”
Asal tahu aja:
ada yang jago nulis, tapi nggak terlalu luwes
ngomong (dan itu normal).
Tips:
selalu cek apa betul cuma ada dua pilihan atau masih ada pilihan lain.
12. Slippery Slope
(Dari A Bisa Langsung Z Kalau Dibiarkan!)
“Kalau kita biarin AI bantu nulis essay, nanti semua siswa bakal males mikir!”
Drama
banget nih... padahal belum tentu.
Tips:
cek semua data dan bukti … jangan mudah panik.
Cara Guru Bahasa Inggris Bisa Ajarkan Logical Fallacy secara Ringan
Berikut ini beberapa ide mengajarkan logical fallacy yang bisa diadaptasi guru:
1. Ajak siswa debat soal topik kekinian (AI, TikTok, belajar online).
2. Tunjukkan contoh dari TikTok, podcast, atau artikel.
3. Latih cara paraphrasing, presenting opinions, dan questioning assumptions.
Gunakan format seperti:
· I agree/disagree because…
· Can you explain what you mean by…?
· What evidence supports this idea?
Logical fallacy itu jebakan logika yang sering bikin kita kelihatan sok tahu atau terlalu cepat menyimpulkan.
Ingat: di dunia yang penuh opini, kemampuan berpikir logis = superpower
Memahami fallacy ini dan mampu menghindarinya membuat kamu bisa jadi pembicara dan penulis yang lebih cerdas, kritis, dan keren.