In-Law: mertua, besan, ipar, dan menantu
Istilah in-law dalam bahasa Inggris merujuk pada anggota keluarga yang terhubung melalui pernikahan, bukan melalui hubungan darah. Meskipun cukup fleksibel dan sederhana digunakan dalam bahasa Inggris sehari-hari, istilah ini seringkali menimbulkan kebingungan bagi penutur bahasa Indonesia karena perbedaan struktur sosial dan budaya.
Secara
linguistik, “in-law” digunakan sebagai imbuhan (suffix) yang
menunjukkan hubungan keluarga melalui pernikahan—baik sebagai suami, istri,
atau bagian dari keluarga pasangan.
Kata in-law ini disematkan setelah istilah keluarga inti untuk menunjukkan perbedaan hubungan.
Contohnya:
- Mother-in-law = ibu mertua
- Brother-in-law = saudara ipar laki-laki
- Daughter-in-law = menantu perempuan
Variasi “In-Law”
|
Istilah Inggris |
Padanan Indonesia |
Contoh Kalimat |
|
Mother-in-law |
Ibu mertua |
My mother-in-law lives in California. |
|
Father-in-law |
Ayah mertua |
My father-in-law loves fishing. |
|
Sibling-in-law |
Ipar |
I get along well with my siblings-in-law. |
|
Sister-in-law |
Ipar perempuan |
My sister-in-law lives in Bali. |
|
Brother-in-law |
Ipar laki-laki |
My brother-in-law works in Japan. |
|
Son-in-law |
Menantu laki-laki |
My son-in-law is studying abroad. |
|
Daughter-in-law |
Menantu perempuan |
We’re welcoming our daughter-in-law this Sunday. |
|
Co-parent-in-law /Parents of son /daughter-in-law |
Besan |
We met our co-parents-in-law at the ceremony. |
Catatan:
Dalam bahasa Inggris modern, “besan” umumnya dijelaskan dengan frasa seperti “parents
of my son-in-law”, karena tidak ada istilah baku tunggal untuk itu.
Perbedaan Budaya dalam Istilah Keluarga
Meskipun istilah “in-law” terlihat sederhana, perbedaannya dengan istilah keluarga dalam bahasa Indonesia mencerminkan perbedaan budaya yang mendasar.
Dalam budaya Indonesia, keluarga besar memiliki peran penting dan hubungan sosial yang terstruktur—bahkan hubungan seperti besan dan ipar memiliki istilah khusus yang menunjukkan peran sosial masing-masing. Menjalin hubungan baik dengan mertua, menjamu besan, atau menjaga pergaulan dengan ipar seringkali dipengaruhi oleh norma adat, nilai kekeluargaan, dan ekspektasi sosial.
Sementara itu, dalam budaya Barat yang berbahasa Inggris, struktur keluarga cenderung lebih individualis dan mudah dikenali tanpa terlalu banyak istilah spesifik. Kata “in-law” mencakup semua jenis hubungan “keluarga karena pernikahan” tanpa membedakan secara halus seperti di Indonesia.
Meskipun relasinya bisa hangat dan dekat, frekuensi interaksinya biasanya lebih longgar. Hal ini menyebabkan istilah seperti “besan” kurang diperlukan secara sosial, sehingga terjemahan literalnya pun tidak berkembang menjadi satu kata khusus.