Hari Kebangkitan Nasional 2025: Sebuah Refleksi
Sering kali, kita merasa bahwa kontribusi berarti melakukan sesuatu yang besar dan terlihat. Padahal, perubahan yang paling berdampak justru sering bermula dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Bangkit tidak harus menunggu kita menjadi tokoh publik, pejabat, atau influencer. Cukup dimulai dari kesadaran diri untuk terus tumbuh, belajar, dan membawa manfaat di lingkungan sekitar.
Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, kita punya peluang sekaligus tanggung jawab yang spesifik. Kita belajar bukan hanya tentang grammar atau pronunciation, tapi juga tentang bagaimana bahasa menjadi jembatan pemahaman antarbudaya, alat komunikasi global, dan senjata untuk memberdayakan orang lain.
Kontribusi kita bisa dimulai dari hal sederhana. Dari diri sendiri—dengan membangun kebiasaan membaca, meningkatkan kemampuan mengajar, serta belajar menjadi pribadi yang reflektif dan solutif. Dari hal kecil—seperti membuat konten edukatif di media sosial, membantu adik-adik di sekitar kita belajar bahasa Inggris, atau menerjemahkan informasi penting agar lebih mudah diakses oleh masyarakat umum. Dan dari lingkungan sekitar—dengan terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, mengadakan kelas bahasa gratis, atau menciptakan materi ajar digital yang relevan dan ramah pelajar.
Jangan tunggu sampai lulus atau punya gelar “pakar” untuk mulai bergerak. Justru masa kuliah adalah waktu terbaik untuk berlatih memberi dampak. Kemampuan kita dalam bahasa Inggris bisa menjadi pintu pembuka informasi global bagi banyak orang di sekitar kita yang belum memiliki akses yang sama.
Bangkit itu bukan soal aksi besar yang langsung mengubah dunia. Tapi soal keberanian untuk memulai dari diri sendiri, dengan niat tulus dan langkah konkret, sekecil apa pun itu. Indonesia tidak akan bangkit karena satu orang hebat, tapi karena jutaan anak muda yang mau peduli dan bergerak bersama.
Mari jadikan semangat Kebangkitan Nasional bukan sekadar slogan, tapi bagian dari cara kita berpikir, bersikap, dan bertindak setiap hari. Dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekitar kita—itulah cara kita ikut menyalakan nyala kebangkitan Indonesia.