Ghost Jobs: Definisi, Penyebab, dan Cara Menghindarinya
Di tengah semangat para pencari kerja yang rajin membuka situs lowongan dan mengirimkan lamaran setiap hari, ada satu fenomena yang menjengkelkan: ghost jobs.
Istilah ini merujuk pada lowongan kerja palsu atau tidak nyata, yaitu ketika sebuah perusahaan memajang iklan lowongan kerja, tetapi sebenarnya tidak benar-benar berniat untuk merekrut siapa pun.
Fenomena ini makin sering ditemukan di berbagai platform pencarian kerja,
bahkan pada situs resmi perusahaan.
Apa sih sebenarnya alasan di balik ghost jobs ini?
Bagaimana kita bisa menghindarinya?
Apa Itu “Ghost Jobs”?
Ghost jobs adalah iklan lowongan kerja yang tampak nyata — lengkap dengan deskripsi pekerjaan, kualifikasi yang dibutuhkan, bahkan kadang memuat batas waktu lamaran — namun sebenarnya tidak ada posisi yang benar-benar terbuka. Para pelamar yang mengirimkan lamaran sering kali tidak mendapat balasan, atau setelah berbulan-bulan, lowongan tetap tidak ditutup.
Penyebab Munculnya Ghost Jobs
Ada sejumlah faktor yang menyebabkan munculnya fenomena ghost jobs. Berikut ini faktor-faktornya:
1. Kebutuhan untuk Membangun Talent Pool:
Perusahaan ingin mengumpulkan CV dan data pelamar untuk kebutuhan masa depan, bukan untuk kebutuhan saat ini.
2. Kebijakan Perusahaan (HR Formalitas):
Beberapa perusahaan sudah memiliki kandidat internal, namun tetap diwajibkan membuka lowongan sebagai formalitas.
3. Reputasi dan Citra Perusahaan:
Agar terlihat aktif dan berkembang, perusahaan sengaja membuka lowongan palsu.
4. Pencatatan Pajak atau Dana Rekrutmen:
Ghost jobs digunakan untuk menyiasati anggaran atau menunjukkan aktivitas agar mendapat dana dari investor.
5. Kesalahan Administratif:
Lowongan tidak dicabut walau posisi sudah terisi, karena kelalaian tim HR.
Tanda-Tanda Ghost Job
Waspadai lowongan yang seperti ini:
1. Sudah lama tayang (berbulan-bulan) namun tetap aktif.
2. Tidak ada batas waktu lamaran yang jelas.
3. Tidak ada kabar atau tanggapan sama sekali setelah melamar.
4. Posisi yang diiklankan tampak terlalu umum atau tidak mendesak.
5. Perusahaan sering membuka lowongan yang sama berulang-ulang.
Tips Agar Terhindar dari Ghost Jobs
Untuk terhindar dari ghost jobs, perhatikan hal-hal berikut:
1. Periksa Tanggal Posting
Hindari melamar pada lowongan yang sudah tayang lama sekali tanpa pembaruan.
2. Riset Perusahaan
Cari tahu reputasi dan testimoni perusahaan melalui platform seperti Glassdoor.
3. Cek di Situs Resmi
Pastikan lowongan juga muncul di website resmi perusahaan.
4. Gunakan Jaringan
Tanyakan ke kenalan atau alumni untuk memastikan validitas lowongan.
5. Lacak Respons
Simpan daftar lamaran dan amati pola balasan dari perusahaan.
Fenomena ghost jobs bisa membuat semangat mencari kerja menurun. Namun, dengan kewaspadaan dan strategi yang tepat, kita bisa meminimalisasi risiko tertipu lowongan palsu.
Jangan menyerah, tetap semangat mencari peluang kerja yang benar-benar nyata!
Ingat:
Fokuslah pada lowongan yang kredibel, perbarui CV secara berkala, dan jangan ragu untuk terus belajar dan membangun jejaring.
Rezeki tidak akan tertukar, tapi kita juga harus cermat dalam mencarinya.