Fenomena Multiverse dalam Sudut Pandang Pembelajaran Bahasa Inggris

Fenomena multiverse atau “multisemesta” telah menjadi topik yang menarik perhatian di berbagai bidang, mulai dari sains hingga budaya populer seperti film dan literatur. Multiverse mengacu pada gagasan bahwa alam semesta kita, dengan segala isinya — termasuk bintang, planet, galaksi, dan hukum fisika — hanyalah salah satu dari banyak alam semesta lain yang mungkin ada.
Apa Itu Multiverse?
Dalam sains, multiverse merujuk pada hipotesis bahwa ada lebih dari satu alam semesta, bahkan mungkin jumlahnya tak terhingga, di luar semesta yang kita kenal. Konsep ini sering dihubungkan dengan teori fisika modern, seperti teori string dan mekanika kuantum. Eksistensi multiverse sulit diamati secara langsung, yang menyebabkan beberapa fisikawan menganggapnya lebih sebagai spekulasi filosofis daripada teori ilmiah.
Multiverse bukan hanya bahan diskusi para ilmuwan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak karya fiksi. Konsep ini sering dieksplorasi melalui cerita-cerita yang menunjukkan karakter-karakter dengan kehidupan atau perjalanan berbeda di semesta yang beragam. Film-film seperti “Doctor Strange in the Multiverse of Madness” dan “Spider-Man: No Way Home” mengangkat konsep ini, memperkenalkan gagasan bahwa ada banyak versi dari diri kita di alam semesta yang berbeda, dengan kehidupan dan pilihan yang berbeda. Cerita-cerita seperti ini memikat karena menawarkan imajinasi tak terbatas — dunia di mana segala sesuatu mungkin terjadi, termasuk pertemuan dengan versi alternatif dari diri kita sendiri.
Dalam konteks pendidikan, multiverse dapat digunakan secara metaforis untuk menjelaskan berbagai pendekatan, konteks, atau dunia pembelajaran yang berbeda yang dapat memperkaya pengalaman peserta didik.
Pengaruh Multiverse dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris, keberadaan multiverse ini menawarkan peluang yang bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan berbahasa serta memperdalam pemahaman tentang isu sosial, budaya, dan inklusi.
Misalnya, menggunakan perubahan warna kulit tokoh Cinderella dalam adaptasi Disney sebagai contoh multiverse menunjukkan bagaimana cerita dan karakter yang familiar dapat berkembang dan disesuaikan dengan semangat zaman yang semakin sadar tentang keberagaman.
Dalam pembelajaran bahasa Inggris, ini menawarkan konteks yang sangat relevan untuk mendiskusikan isu-isu sosial, budaya, dan bahasa, serta meningkatkan keterampilan komunikasi siswa melalui cerita yang melibatkan keragaman, representasi, dan inklusi. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya bersifat akademis tetapi juga relevan secara emosional dan sosial bagi siswa.
Berikut adalah contoh bagaimana konsep multiverse ini dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris.
1. Multiverse Sebagai Refleksi Keberagaman Karakter
Dalam multiverse, berbagai versi karakter bisa muncul dengan latar belakang, budaya, atau bahkan penampilan yang berbeda. Dengan mengubah warna kulit Cinderella, Disney seolah-olah menciptakan versi “semesta” berbeda dari cerita klasik yang kita kenal. Versi Cinderella ini menyoroti nilai keberagaman dan inklusi dalam masyarakat modern.
Guru dapat mengajarkan bagaimana cerita Cinderella dapat berubah dengan elemen budaya yang berbeda, sambil membandingkan versi-versi Cinderella dari berbagai latar belakang dan budaya di seluruh dunia.
2. Diskusi Isu Sosial dan Inklusivitas
Siswa dapat membahas mengapa Disney bisa memutuskan untuk menghadirkan Cinderella dengan warna kulit berbeda, dan apa yang dapat mereka pelajari tentang inklusivitas, stereotip, dan perubahan budaya. Ini memberikan konteks kaya untuk diskusi menggunakan bahasa Inggris, meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan mereka.
Aktivitas ini melatih siswa menggunakan bahasa Inggris untuk menyatakan opini, berdebat, atau berbagi pengalaman pribadi terkait representasi budaya dan identitas. Siswa juga dapat mempelajari istilah-istilah baru seperti representation, diversity, identity, stereotypes, dan lainnya.
3. Cerita Alternatif Cinderella sebagai “Semesta Paralel”
Dalam multiverse, cerita yang sama dapat terjadi dengan cara berbeda di berbagai dunia. Guru bisa meminta siswa untuk menulis atau mendiskusikan bagaimana cerita Cinderella akan berbeda jika latar belakang budaya atau elemen kehidupan tokoh tersebut berubah, misalnya diadaptasi ke dalam konteks negara yang berbeda atau dengan latar sejarah tertentu.
Siswa menulis esai atau cerita pendek dalam bahasa Inggris di mana mereka menciptakan versi alternatif Cinderella berdasarkan budaya atau nilai mereka sendiri, dengan menggambarkan karakteristik unik yang memengaruhi jalannya cerita.
4. Analisis Perbandingan Media
Guru dapat memperkenalkan versi klasik Cinderella dan membandingkannya dengan adaptasi modern yang menunjukkan tokoh dengan warna kulit yang berbeda. Siswa bisa diajak untuk menganalisis perubahan dalam narasi, nilai, dan cara cerita tersebut diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.
Siswa dapat menulis ulasan film atau cerita, atau mengadakan debat tentang bagaimana dan mengapa representasi di media berubah seiring waktu. Aktivitas ini memungkinkan mereka untuk berlatih berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris, menggunakan kosa kata yang sesuai.
5. Berlatih Empati Melalui Peran
Dalam aktivitas role-play, siswa dapat berperan sebagai Cinderella dari berbagai “semesta” yang berbeda, berbagi pengalaman atau tantangan berdasarkan latar belakang atau budaya karakter mereka. Ini membantu siswa memahami bagaimana perspektif yang berbeda memengaruhi komunikasi dan pandangan hidup.
Aktivitas seperti ini tidak hanya membantu meningkatkan keterampilan berbahasa, tetapi juga mendorong empati dan kesadaran sosial.