English Teaching Conference (ETC) 2026
S1 Pendidikan Bahasa Inggris UNESA Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan English Teaching Conference (ETC) 2026 pada Sabtu, 19 September 2026. Mengusung tema “Future English Teachers for Sustainable and Inclusive Education”, kegiatan ini menjadi ruang berbagi gagasan, penguatan jejaring, dan diskusi mengenai masa depan pendidikan Bahasa Inggris.
Konferensi tahun ini mengangkat subtema “Critical Literacy,
Culturally Responsive Pedagogy, and Digital Innovation in ELT”. Kegiatan
terbuka bagi pendidik, peneliti, mahasiswa, dan praktisi English Language
Teaching (ELT). Selain memperoleh pengetahuan dan kesempatan membangun
jejaring, peserta juga mendapatkan registrasi dan e-certificate secara gratis.
Acara diawali dengan sambutan dari ketua panitia dan Dr. Him'mawan Adi Nugroho, S.Pd., M.Pd., selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, kegiatan secara resmi dibuka oleh Syafi'ul Anam, Ph.D., Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA. Sesi utama menghadirkan dua pembicara yang membahas isu penting dalam pendidikan Bahasa Inggris masa kini.
Pembicara pertama, Silfia Asning Tias, M.TESOL., Ph.D. dari Universitas Negeri Surabaya, menyampaikan materi berjudul “Beyond English Proficiency: Preparing Future ELT Professionals for Inclusive, Sustainable, and Digitally Enhanced Learning Ecosystems.” Materi tersebut mengarahkan perhatian pada pentingnya mempersiapkan calon guru Bahasa Inggris agar tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa, tetapi juga mampu beradaptasi dengan ekosistem pembelajaran yang inklusif, berkelanjutan, dan semakin terdigitalisasi.
Selanjutnya, Dr. Kardi Nurhadi dari Universitas Wiralodra membawakan materi “Critical Reading and Academic Literacy for Future English Teachers in Sustainable ELT Learning.” Sesi ini menempatkan kemampuan membaca kritis dan literasi akademik sebagai bagian penting dalam mempersiapkan calon guru Bahasa Inggris menghadapi tuntutan pembelajaran ELT yang berkelanjutan.
Kedua sesi kemudian dilanjutkan dengan question and answer serta diskusi. Peserta memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan para pembicara dan mendiskusikan berbagai isu yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi calon guru Bahasa Inggris.
English Teaching Conference 2026 tidak sekadar menjadi forum akademik untuk berbagi materi. Tema yang diangkat menunjukkan perhatian terhadap perubahan lanskap pendidikan Bahasa Inggris yang semakin kompleks. Guru masa depan dituntut untuk memiliki kompetensi yang lebih luas: mampu berpikir kritis, memahami keberagaman peserta didik, memanfaatkan teknologi secara tepat, sekaligus memiliki kesadaran terhadap keberlanjutan pendidikan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian apresiasi kepada kedua pembicara, sesi wrap-up dan kesimpulan, serta penutupan oleh MC. Peserta kemudian menyelesaikan exit ticket/final attendance dan memperoleh e-certificate sesuai ketentuan kehadiran.
Melalui ETC 2026, English Education Study Program UNESA kembali menyediakan ruang akademik untuk sharing ideas, building connections, and shaping the future of ELT. Semangat tersebut sejalan dengan pesan kegiatan: “Together for a More Inclusive and Sustainable ELT.”
Materi
pembicara 1
Materi
pembicara 2