Tips Sukses Menyelesaikan Skripsi

Menulis skripsi bisa terasa menakutkan, terutama saat kita baru mulai. Namun, dengan strategi yang tepat, kita bisa melewati proses ini dengan lebih mudah dan tetap fokus.
Berikut ini beberapa tips sukses menyelesaikan skripsi yang bisa membantu mengerjakan dan menyelesaikan skripsi dengan lebih bahagia.
1. Pilih Topik yang Kita Sukai dan Memungkinkan Dikerjakan
Langkah pertama dan paling penting adalah memilih topik yang benar-benar kita minati. Jika kita tertarik dengan topik tersebut, proses menulis akan terasa lebih ringan dan menyenangkan. Selain itu, kita akan lebih termotivasi untuk menyelesaikan penelitian dengan semangat. Mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan minat kita rasanya akan jauh lebih ringan dan menyenangkan. Terasa seperti mengerjakan hobi saja.
Hindari memilih topik hanya karena FOMO. Memilih topik yang dipilih banyak teman kita karena sedang trend, atau memilih topik yang diminati orang-orang terdekat kita meski sebetulnya berbeda dari minat kita, sangatlah riskan. Pilihan seperti ini tidak akan memunculkan motivasi besar untuk mengerjakan skripsi kita, terutama jika belakangan kita sudah tidak dekat lagi dengan orang-orang yang minatnya kita ikuti itu. Bisa jadi malah kita mual melihat skripsi kita sendiri.
Jadi, dengarkan kata hati, ikuti saja kata hati kita. Ingat, membohongi perasaan itu melelahkan lho.
Pastikan juga topik yang kita pilih itu sesuai dengan prodi kita, bisa dikerjakan (doable), dan tidak berat di ongkos. Jangan terlalu berambisi melakukan penelitian yang sulit. Masih ada kesempatan lain untuk itu, nanti ketika menempuh kuliah magister dan doktoral.
2. Cari Inspirasi dari Skripsi dan Artikel Penelitian Terdahulu
Untuk bisa menemukan research gap yang mengarahkan kita ke penyusunan judul skripsi yang tepat, suka tidak suka kita harus banyak membaca skripsi dan artikel penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang kita minati.
Manfaatnya, kita akan tahu aspek apa yang belum diteliti oleh penelitian-penelitian sebelumnya, kita juga akan mendapatkan gambaran metodologi apa yang bisa kita gunakan nantinya. Selain itu, kita akan mendapatkan contoh bagaimana data dikumpulkan, diolah, dipaparkan dalam bentuk temuan, serta disimpulkan. Ini tentunya akan bisa membantu kita memahami apa yang diharapkan oleh dosen pembimbing.
Membaca skripsi dan artikel-artikel penelitian terbaru (5 tahun terakhir) juga memberi kita infomasi terkait isu-isu terbaru terkait topik yang kita minati. Ini membantu kita menemukan kebaruan (novelty) skripsi kita.
Pencarian inspirasi bisa juga dilakukan dengan menggunakan bantuan kecerdasan buatan, misalnya dengan perplexity AI. Untuk bisa mendapat inspirasi yang tepat, tentunya kita perlu tahu cara efektif dalam menggunakan perplexity AI tersebut.
3. Buat Jadwal Teratur
Menyelesaikan skripsi tidak bisa dilakukan dalam semalam saja. Buatlah jadwal harian atau mingguan untuk menulis dan melakukan penelitian. Tetapkan target harian, seperti menulis 500 kata per hari, atau membaca 2 artikel jurnal ilmiah per hari. Konsistensi adalah kunci!
Kita perlu membuat timeline dan target pengerjaan skripsi kita. Ini bisa kita buat dalam bentuk tabel dengan dilengkapi kolom checklist. Meski mungkin nanti di proses pengerjaan skripsinya ada jadwal yang geser atau perubahan target, setidaknya semua itu tercatat dan membantu kita untuk tidak lupa sebetulnya apa yang sedang kita kerjakan.
4. Manfaatkan Bimbingan Dosen
Dosen pembimbing adalah orang yang berpengalaman di bidangnya dan siap membantu kita. Jangan ragu untuk bertanya jika kita menemui kesulitan, baik dalam hal teknis penulisan maupun ide penelitian. Usahakan untuk rutin berkonsultasi agar skripsi kita bisa berjalan sesuai rencana.
Jaga komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing. Jika ada perubahan rencana (misal, berubah metodologi atau instrument penelitian), sampaikan ke dosen pembimbing sebelum proses pengumpulan data kita mulai. Sekecil apapun perubahan itu, laporkan ke dosen pembimbing. Perubahan rencana dalam penelitian bisa menghasilkan temuan yang sangat berbeda bagi skripsi kita.
Satu lagi, jangan menghilang tanpa jejak. Tetap jaga komunikasi dengan dosen pembimbing. Jangan takut menghubungi dosen pembimbing. Jika kita merasa sangat sulit berkomunikasi dengan dosen pembimbing, sampaikan masalah tersebut ke DPA (Dosen Penasihat Akademik), BK (Bimbingan Konseling), dan Koorprodi. Jangan menyimpan masalah sendiri dan berlarut-larut. Tanamkan pada diri bahwa urusan mengerjakan skripsi ini adalah urusan akademis yang menuntut profesionalisme dari sisi dosen dan mahasiswa, jadi kalau ada masalah jangan ragu untuk menyampaikannya. Ini juga untuk masalah non teknis seperti masalah keluarga, masalah kesehatan, ataupun masalah keuangan. Jangan baper dan sedih sendiri ya …
5. Atur Waktu dengan Bijak
Selain menjadwalkan waktu untuk menulis, jangan lupa untuk mengatur waktu istirahat. Jangan terlalu memaksakan diri hingga kita merasa stres atau kelelahan.
Cobalah teknik pomodoro. Teknik ini cukup sederhana yaitu setelah mengerjakan skripsi selama 25 menit, kita beristirahat selama 5 menit. Siklus ini diulang sebanyak 4 kali, setelah 4 siklus terlewati kita bisa beristirahat lebih lama, yakni sekitar 15-20 menit.
Teknik ini bisa membantu kita tetap produktif tanpa merasa terbebani.
Jika kita terbiasa mengatur ritme dengan cara yang berbeda, jangan ragu untuk menerapkannya. Yang paling penting adalah kita nyaman dengan pengaturan tersebut, dan benar-benar bisa mengerjakan skripsi dengan produktif juga.
Bagi mahasiswa yang sudah bekerja, kemauan keras untuk bisa menyelesaikan skripsi sangatlah penting. Meski tidak mudah, kita harus bisa menyisihkan waktu untuk mengerjakannya. Menyisihkan 10 menit setiap hari untuk menyentuh skripsi kita, jauh lebih baik daripada tidak menyentuhnya selama berhari-hari. Dengan rutinitas mengerjakan yang tertata, kita akan selalu ingat sampai dimana kita mengerjakan skripsi kita, tidak perlu waktu khusus untuk bisa tune in lagi.
6. Bergabung dengan Komunitas atau Kelompok Skripsi
Saling berbagi pengalaman dan tips dengan teman-teman yang sama-sama sedang mengerjakan skripsi bisa sangat membantu. Kita bisa mendapatkan dukungan emosional, ide baru, atau sekadar motivasi untuk terus maju. Kita juga bisa saling bertukar informasi referensi yang bisa digunakan untuk skripsi kita.
Bergabung dalam kelompok belajar atau diskusi bisa membuat proses menulis skripsi terasa lebih ringan. Selain itu kita akan mendapatkan update informasi terkini terkait aturan kampus tentang tata tulis skripsi, workshop dan seminar yang terkait dengan topik skripsi yang kita kerjakan, juga tentang jurnal yang bisa kita target untuk mempublikasikan artikel hasil skripsi kita.
7. Hindari Menunda-nunda
Kebiasaan menunda adalah musuh utama dalam menyelesaikan skripsi. Usahakan segera mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan. Untuk mengumpulkan data saja, kita tidak bisa menunda-nunda karena mahasiswa prodi pendidikan biasanya mengambil data di sekolah dan sekolah mempunyai jadwal tertentu yang tidak bisa kita ubah seenaknya. Suka tidak suka, kita harus mengikuti jadwal tersebut.
Ketika data sudah terkumpul, kita sebaiknya segera mengelola dan menganalisnya. Hal ini menghindari kita blank karena lupa akibat terlalu lama menunda mengerjakannya. Jangan sampai kita sibuk memikirkan skripsi kita berhari-hari tanpa sedikitpun menyentuhnya.
Skripsi itu dikerjakan, bukan sekedar dibayangkan dan dibaperi saja.
8. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan selama proses penulisan skripsi. Tidur yang cukup, makan makanan bergizi, dan berolahraga ringan bisa membantu menjaga fokus dan konsentrasi. Selain itu, pastikan kita punya waktu untuk bersantai dan melakukan hal-hal yang kita nikmati. Have a balance life.
Jangan lupa bahwa kesehatan mental kita juga perlu diperhatikan. Jika kehidupan pribadi kita sedang tidak baik-baik saja, kita perlu belajar menyayangi diri kita sendiri. Mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta dan memperbanyak meminta pertolonganNya tidak ada ruginya dilakukan. Tidak semua yang kita rencanakan sama dengan rencana Tuhan. Dan bila itu terjadi, kita harus belajar kompromi dengan situasi yang kita hadapi dan menguatkan hati dalam menghadapinya.
9. Percaya Diri dan Selalu Berpikir Positif
Ingatlah bahwa kita punya kemampuan untuk menyelesaikan skripsi dengan baik. Jika kita merasa cemas atau tidak yakin, tarik napas dalam-dalam dan ingat bahwa kita telah belajar dan mempersiapkan diri untuk ini.
Jika mendapat masukan dari dosen, jadikan itu kesempatan untuk mempelajari hal baru sehingga kita bisa merevisi dengan baik. Jangan merasa terpuruk dan merasa paling bodoh sedunia ketika mendapatkan komentar kurang menyenangkan. Maafkan diri kita, lalu bangun semangat lagi untuk bangkit menyelesaikan skripsi kita. Tetap berpikir positif, dan ingat bahwa proses ini adalah bagian dari perjalanan menuju masa depan yang kita inginkan.
Jangan takut menulis ide yang ada di kepala kita. Tulis saja dulu apapun itu. Ingat, kita tidak akan bisa merevisi jika belum ada yang kita tulis sama sekali.
10. Selesaikan dengan Sempurna, Bukan Harus Sempurna
Banyak mahasiswa yang terjebak dalam keinginan untuk membuat skripsi yang sempurna. Padahal, yang terpenting adalah kita menyelesaikan skripsi dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tidak ada skripsi yang sempurna, jadi fokuslah pada menyelesaikannya daripada mencari kesempurnaan.
Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai.
Dengan mengikuti tips di atas, kita bisa menyelesaikan skripsi dengan lebih teratur, percaya diri, dan bahagia. Ingat, setiap proses membutuhkan waktu, dan yang terpenting adalah kita terus maju hingga mencapai garis akhir.
Semangat, ya!
Smoga urusan skripsi kita lancar.
Klik disini untuk unduh PANDUAN TUGAS AKHIR
Catatan khusus bagi warga Unesa:
Pastikan bahwa sambil berjuang menyelesaikan skripsi itu kita juga berjuang di sisi administratifnya sehingga semua persyaratan ujian skripsi terlah kita penuhi semua saat dosen pembimbing memberi kita acc untuk mengikuti ujian skripsi.
Jangan sampai ketika skripsi sudah selesai,
ternyata kita tidak bisa ujian karena ada salah satu syarat yang belum dipenuhi
(misalnya: skor TEP masih belum memenuh syarat, atau ada mata kuliah prasyarat yang
belum ditempuh).