Tips Menemukan Referensi dengan Google Scholar

Google Scholar merupakan salah satu alat paling efektif untuk mencari referensi ilmiah seperti jurnal, tesis, dan artikel. Namun, sering kali hasil pencarian yang muncul tidak sesuai harapan karena strategi pencarian yang kurang tepat.
Lantas, bagaimana cara jitu menemukan artikel relevan melalui Google Scholar?
Ikuti langkah-langkah berikut ini.
1. Gunakan Filter Tahun Publikasi
1. Setelah mengetik kata kunci di kolom pencarian, gunakan fitur “Custom Range” di sisi kiri halaman Google Scholar.
2. Masukkan rentang tahun yang diinginkan, misalnya 2019 hingga 2024, agar artikel yang muncul hanya yang terbit dalam 5 tahun terakhir.
3. Contoh: Jika mencari tentang "metode pembelajaran daring", gunakan filter tahun untuk hasil yang lebih relevan dengan perkembangan terkini.
2. Gunakan Kata Kunci yang Spesifik
1. Gunakan kata kunci yang jelas dan tepat sesuai topik yang dicari.
2. Tambahkan kata kunci tambahan untuk mempersempit hasil pencarian.
3. Contoh: Alih-alih hanya mengetik “pembelajaran online”, gunakan “efektivitas pembelajaran online untuk peningkatan kemampuan listening mahasiswa Pendidikan bahasa Inggris”
3. Gunakan Operator Pencarian
1. Kutipan (“): Mengetik frasa dalam tanda kutip memastikan hasil pencarian sesuai dengan frasa lengkap.
Contoh: “blended learning effectiveness”
2. AND: Menggabungkan beberapa kata kunci agar semua kata tersebut muncul dalam artikel.
Contoh: “online learning AND motivation AND high school”
3. OR: Memungkinkan hasil yang mengandung salah satu dari beberapa kata kunci.
Contoh: “remote learning OR distance education”
4. Cari Artikel di Bagian “Related Articles” dan “Cited By”
1. Setelah menemukan satu artikel yang relevan, klik opsi “Related Articles” untuk menemukan artikel dengan topik serupa.
2. Klik “Cited By” untuk menemukan artikel lain yang merujuk ke artikel tersebut, yang biasanya relevan dengan penelitian serupa.
5. Gunakan Google Scholar Alerts
1. Jika Anda rutin mencari topik tertentu, aktifkan Google Scholar Alerts untuk mendapatkan notifikasi ketika ada artikel baru yang diterbitkan dalam topik tersebut.
2. Caranya: Masukkan kata kunci yang diinginkan dan pilih opsi “Create alert” di halaman bawah.
6. Prioritaskan Sumber dari Jurnal Bereputasi
1. Perhatikan nama jurnal dan peringkatnya (misalnya jurnal terindeks Scopus untuk yang level internasioal atau SINTA untuk Indonesia).
2. Jika memungkinkan, cari artikel yang memiliki banyak sitasi sebagai indikasi kualitasnya.
Kesalahan Umum yang Menyebabkan Hasil Pencarian Tidak Sesuai
1. Tidak Menggunakan Filter Tahun Publikasi
1. Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak membatasi tahun publikasi, sehingga artikel yang muncul mungkin sudah usang dan tidak relevan dengan perkembangan terbaru.
2. Solusi: Selalu atur filter tahun sebelum menelusuri lebih jauh.
2. Menggunakan Kata Kunci yang Terlalu Umum
1. Kata kunci yang terlalu luas seperti “pendidikan” atau “teknologi” menghasilkan jutaan artikel yang tidak fokus pada topik spesifik Anda.
2. Solusi: Tambahkan kata kunci tambahan untuk mempersempit pencarian, misalnya “implementasi teknologi kecerdasan buatan dalam pengajaran bahasa Inggris”.
3. Tidak Memanfaatkan Operator Pencarian
1. Mengetik kata kunci tanpa operator menyebabkan hasil pencarian menjadi acak dan tidak spesifik.
2. Solusi: Gunakan tanda kutip (“) untuk frasa, AND untuk gabungan kata kunci, dan OR untuk pilihan kata.
4. Melewatkan Fitur “Related Articles” dan “Cited By’
1. Banyak peneliti melewatkan opsi ini padahal fitur ini dapat membantu menemukan artikel yang lebih relevan dengan topik penelitian.
2. Solusi: Selalu cek bagian ini setelah menemukan satu artikel yang mendekati kebutuhan Anda.
5. Tidak Mengecek Kredibilitas Jurnal atau Sumber
1. Menggunakan artikel dari jurnal yang kurang kredibel bisa mengurangi kualitas penelitian.
2. Solusi: Selalu periksa apakah jurnal tersebut terindeks di basis data bereputasi seperti Scopus, SINTA, atau jurnal nasional terakreditasi.
6. Mengabaikan Versi Teks Lengkap (Full-Text)
1. Sering kali peneliti hanya membaca abstrak tanpa mengakses artikel penuh, sehingga melewatkan detail penting.
2. Solusi: Jika teks lengkap tidak tersedia gratis, coba akses melalui perpustakaan kampus atau email penulis langsung untuk meminta versi PDF.
Smoga dengan menerapkan langkah-langkah di atas, proses pencarian referensi ilmiah akan lebih efisien dan sesuai dengan ekspektasi kita.