Tingkatan Pemahaman Bacaan: Reading the Lines, Reading Between the Lines, dan Reading Beyond the Lines

Membaca adalah keterampilan penting yang melibatkan berbagai tingkatan pemahaman. Untuk mendapatkan makna yang utuh dari sebuah teks, pembaca perlu menggunakan tiga level pemahaman: reading the lines, reading between the lines, dan reading beyond the lines.
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing level.
1. Reading the Lines
Reading the lines atau pemahaman literal adalah kemampuan memahami teks secara eksplisit atau sesuai makna harfiah.
Pada level ini, pembaca fokus pada informasi yang disampaikan secara langsung dalam teks, seperti fakta, data, dan pernyataan yang jelas tanpa memerlukan penafsiran lebih lanjut.
Contoh:
Education for All is a global movement led by UNESCO, aiming to provide quality basic education for all children, youth, and adults.
Kalimat contoh di atas menyatakan bahwa UNESCO memimpin gerakan global dengan tujuan menyediakan pendidikan dasar berkualitas untuk semua orang.
Fakta ini dapat diidentifikasi langsung dari teks.
2. Reading Between the Lines
Reading between the lines adalah pemahaman inferensial yang melibatkan kemampuan menangkap makna tersirat atau hal-hal yang tidak secara eksplisit dinyatakan dalam teks.
Pada level ini, pembaca dituntut untuk menggunakan penalaran, melakukan prediksi, dan memahami konteks yang mendasari isi teks.
Contoh:
Education for All ensures no child is left behind in accessing learning opportunities, irrespective of their background.
Dalam kalimat di atas, bisa disimpulkan bahwa frasa “no child is left behind” menunjukkan kesetaraan dalam pendidikan.
Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit, kita bisa memahami bahwa kalimat ini menekankan pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak dari latar belakang yang beragam, termasuk kelompok yang terpinggirkan atau kurang beruntung.
3. Reading Beyond the Lines
Reading beyond the lines adalah pemahaman kritis yang melibatkan evaluasi, analisis, dan menghubungkan isi teks dengan pengetahuan lain serta pandangan pribadi.
Pembaca mengeksplorasi makna yang lebih mendalam dengan mengaitkan ide-ide dari teks, membuat penilaian kritis, dan mempertanyakan perspektif yang disampaikan.
Contoh:
The goal of Education for All goes beyond classrooms, aiming to empower individuals to contribute to society and foster inclusive economic growth.
Pada level ini, pembaca dapat mengevaluasi dari kalimat di atas bahwa pendidikan bukan hanya soal pencapaian akademis, melainkan juga untuk memperkuat partisipasi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Pembaca bisa memikirkan bagaimana pendidikan yang inklusif dan berkualitas membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
========
CONTOH PEMAHAMAN TEKS BERDASAR LEVEL PEMAHAMAN BACAAN
Education for All
Education is the key to unlocking human potential. However, millions of children worldwide still face barriers to quality education due to poverty, discrimination, and lack of resources. Governments, NGOs, and individuals must work together to eliminate these obstacles and ensure inclusive, equitable education for all.
|
Reading the Lines:
Fakta bahwa jutaan anak masih menghadapi hambatan pendidikan di seluruh dunia.
Reading Between the Lines:
Mengisyaratkan bahwa kerja sama berbagai pihak sangat penting, yang menunjukkan kompleksitas tantangan dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif.
Reading Beyond the Lines:
Pembaca dapat mengidentifikasi adanya solusi konkret untuk mengatasi hambatan ini dan memikirkan bagaimana usaha kolektif dapat menciptakan pendidikan yang inklusif untuk semua orang.
Dengan memahami dan mengaplikasikan ketiga level ini, pembaca dapat meningkatkan keterampilan membaca mereka secara lebih komprehensif.