Teori Pembelajaran dan Implementasinya dalam ELT

Dalam dunia pendidikan, teori pembelajaran memainkan peran penting dalam menentukan pendekatan dan metode pengajaran yang efektif. Lima teori utama—Behaviorism, Cognitivism, Constructivism, Humanistic, dan Social Learning—masing-masing menawarkan perspektif unik tentang bagaimana siswa belajar dan menyerap informasi.
Bagi guru bahasa Inggris, setiap teori ini
memberikan dasar berbeda yang dapat membantu guru memahami cara terbaik untuk
memfasilitasi proses pembelajaran bahasa Inggris.
Berikut ini adalah perbandingan dari kelima
teori tersebut.
Nama
Teori |
Pakar
Utama |
Konsep
Dasar |
Kata
Kunci |
Contoh
Penerapan dalam Pembelajaran Bahasa Inggris |
|
|
|
|
|
Behaviorism |
B.F. Skinner, Ivan Pavlov, John Watson, Clark L. Hull, Edward
Thorndike |
Pembelajaran melalui
respons terhadap stimulus yang dapat diamati |
stimulus-respons, penguatan, hukuman,
pengkondisian
|
Guru memberikan
pujian atau bintang kepada siswa yang berhasil menghafal kosakata baru dengan
benar.
Misalnya, setiap kali
siswa mengingat dan menggunakan kosakata yang sudah dipelajari, mereka diberi
poin sebagai bentuk reinforcement.
Sebaliknya, pengurangan
poin bisa diberikan jika siswa mengabaikan penggunaan kosakata yang sudah
diajarkan.
|
Cognitivism |
Jean Piaget, Robert Gagné
|
Proses pemrosesan
informasi dalam pikiran |
pemrosesan informasi, memori, struktur mental, organisasi
pengetahuan
|
Guru menggunakan
teknik chunking atau
pengelompokan informasi untuk membantu siswa mempelajari bentuk-bentuk
irregular verbs dalam bahasa Inggris.
Dengan mengelompokkan
kata-kata yang mirip atau memiliki pola yang sama, siswa lebih mudah
mengingat dan memahami tata bahasa yang kompleks.
|
Constructivism |
Lev Vygotsky, Jerome Bruner, David Kolb, John
Dewey |
Pembelajaran sebagai
konstruksi pengetahuan aktif melalui pengalaman sosial dan konteks
|
konstruksi pengetahuan, konteks, pengalaman
sosial, kolaborasi
|
Dalam pembelajaran
tata bahasa, guru meminta siswa bekerja dalam kelompok untuk menciptakan
cerita pendek menggunakan tense yang berbeda, misalnya past tense dan present
perfect.
Dengan membuat cerita
mereka sendiri, siswa membangun pemahaman tentang penggunaan tata bahasa
dalam konteks nyata.
|
Humanistic |
Abraham Maslow, Carl Rogers, Malcolm Knowles |
Fokus pada pengembangan
diri dan kesejahteraan, emosi dan motivasi siswa
|
aktualisasi diri, kebutuhan dasar,
motivasi, emosi, kesejahteraan
|
Guru mengajak siswa
untuk menulis esai tentang impian atau pengalaman hidup mereka, menggunakan
bahasa Inggris.
Dengan cara ini,
siswa merasa dihargai karena dapat mengekspresikan diri mereka secara
pribadi.
Guru juga memberikan
umpan balik positif untuk mendukung motivasi dan kepercayaan diri siswa.
|
Social
Learning |
Albert Bandura |
Pembelajaran melalui
observasi dan imitasi dari perilaku orang lain
|
observasi, imitasi, modeling,
interaksi sosial |
Guru memutar video
percakapan asli dalam bahasa Inggris dan mengajak siswa menirukan dialog
tersebut dalam kelompok kecil.
Melalui observasi,
siswa belajar memahami intonasi, ekspresi wajah, dan nada suara dalam konteks
percakapan yang lebih alami. Selanjutnya siswa
bisa melakukan imitasi (meniru) sesuai apa yang sudah mereka pelajari.
|
Dengan
memahami konsep teori-teri di atas, guru dapat memilih pendekatan yang sesuai tujuan
pembelajaran dan sesuai dengan kebutuhan serta karakter siswa mereka.