Jenis-Jenis Research Gap dalam Penelitian Pendidikan Bahasa Inggris

Reseach gaps atau celah penelitian terdiri dari berbagai jenis. Mengidentifikasi dan memahami berbagai jenis research gap atau celah penelitian merupakan hal penting dalam penelitian di bidang pendidikan bahasa Inggris. Dengan mengetahui celah penelitian ini, peneliti dapat menghasilkan kontribusi yang lebih signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Berikut adalah beberapa jenis research gap beserta penjelasan dan contoh penerapannya dalam riset pendidikan bahasa Inggris.
1. Theoretical Gap (Celah Teoritis)
Gap ini terjadi ketika teori yang ada dalam bidang penelitian belum mampu menjelaskan fenomena atau variabel tertentu secara mendalam atau menyeluruh.
Biasanya, celah ini ditemukan karena adanya perkembangan terbaru yang belum diterima akademisi secara luas atau karena ada teori yang lebih relevan yang belum dikembangkan.
Contoh dalam penelitian pendidikan Bahasa Inggris:
Misalkan, ada teori yang menganggap bahwa pembelajaran kosakata berbasis konteks lebih efektif dibandingkan dengan yang berbasis daftar kata.
Namun, teori ini masih belum mengintegrasikan faktor lain seperti keberadaan social media.
Sebuah penelitian yang mengembangkan teori baru mengenai pengaruh sosial media terhadap pembelajaran kosakata berbasis konteks dapat mengisi celah teoritis dalam bidang ini.
2. Conceptual Gap (Celah Konseptual)
Gap ini muncul ketika ada ketidakjelasan atau kebingungan dalam definisi atau pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian sebelumnya.
Konsep-konsep ini mungkin telah digunakan, tetapi belum didefinisikan dengan cukup jelas atau diterapkan secara konsisten.
Contoh dalam penelitian pendidikan Bahasa Inggris:
Dalam penelitian mengenai English as a Foreign Language (EFL), konsep extensive reading sering kali diartikan sebagai kegiatan membaca di luar kelas saja. Banyak ketidaktahuan tentang extensive reading itu sebetulnya seperti apa.
Sebuah penelitian yang berusaha memberikan definisi yang lebih komprehensif tentang kegiatan extensive reading bisa mengisi celah konseptual ini.
3. Practical Gap (Celah Praktis)
Celah praktis terjadi ketika ada kebutuhan untuk solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam konteks nyata, seperti di ruang kelas atau dalam pelatihan guru.
Contoh dalam penelitian pendidikan Bahasa Inggris:
Ada sejumlah penelitian tentang penggunaan gamification berbasis internet, tapi secara praktis tidak bisa digunakan karena adanya kendala internet di sekolah.
Kendala ini merupakan celah praktis yang bisa diisi dengan penelitian yang mengkaji penggunaan gamification tanpa internet berbasis powerpoint untuk pembelajaran bahasa Inggris di sekolah sehingga nantinya bisa direkomendasikan kepada guru untuk menerapkannya.
4. Methodological Gap (Celah Metodologis)
Celah metodologis muncul ketika metode yang digunakan dalam penelitian sebelumnya dianggap tidak memadai untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan akurat atau efisien.
Penelitian ini dapat berupa penggunaan instrumen atau teknik analisis yang kurang tepat, atau belum digunakannya pendekatan yang lebih baik.
Contoh dalam penelitian Pendidikan Bahasa Inggris:
Untuk meneliti tentang metacognitive pada umumnya pendekatan yang dipakai adalah kuantitatif, dan ini bisa menjadi celah metodologis. Maka, penelitian berikutnya bisa menggunakan pendekatan kualitatif.
5. Empirical Gap (Celah Empiris)
Celah empiris terjadi ketika terdapat kurangnya bukti atau data yang mendukung klaim atau temuan dari penelitian sebelumnya. Meskipun teori atau konsep tertentu sudah dikemukakan, namun bukti empiris yang mendalam dan relevan masih sangat terbatas.
Contoh dalam penelitian Pendidikan Bahasa Inggris:
Banyak penelitian tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris di negara-negara berkembang yang masih kurang didukung oleh data empiris yang kuat. Sebuah penelitian yang mengkaji secara empiris bagaimana penggunaan aplikasi pembelajaran bahasa Inggris di smartphone mempengaruhi hasil belajar siswa di Indonesia dapat mengisi celah empiris ini.
6. Historical Gap (Celah Historis)
Celah historis muncul ketika penelitian yang ada tidak mengkaji perkembangan atau perubahan dalam topik tertentu dari waktu ke waktu.
Ini dapat mencakup perbandingan antara periode yang berbeda atau pengaruh peristiwa sejarah terhadap perkembangan suatu fenomena.
Contoh dalam penelitian Pendidikan Bahasa Inggris:
Penelitian yang membandingkan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia sebelum dan setelah kemajuan teknologi dilakukan berdasar historical gap.
Penelitian ini dapat melihat bagaimana metode pengajaran telah berubah seiring waktu dan apa dampaknya terhadap hasil belajar siswa.
7. Cultural Gap (Celah Kultural)
Celah kultural muncul ketika penelitian dilakukan berdasar latar belakang budaya tertentu, meskipun topik yang diteliti mungkin relevan secara global. Penelitian ini mengandung cultural gap dan perlu diuji apakah perbedaan kultur yang bisa mempengaruhi cara siswa belajar bahasa.menghasilkan temuan yang sama atau berbeda.
Contoh dalam penelitian Pendidikan Bahasa Inggris:
Penelitian tentang kecemasan berbicara dalam bahasa Inggris dilakukan di negara-negara Eropa bisa jadi menghasilkan temuan yang berbeda karena adanya perbedaan budaya jika penelitian yang sejenis dilakukan di negara Asia Tenggara, seperti Indonesia.
8. Interdisciplinary Gap (Celah Interdisipliner)
Celah interdisipliner terjadi ketika penelitian dalam satu disiplin ilmu tidak mengintegrasikan konsep atau teori dari disiplin ilmu lain yang relevan. Dalam konteks pendidikan bahasa Inggris, ini dapat melibatkan penggabungan teori dari linguistik, psikologi, teknologi pendidikan, dan bidang lainnya untuk menghasilkan pendekatan yang lebih holistik.
Contoh dalam penelitian Pendidikan Bahasa Inggris:
Penelitian yang mengintegrasikan teori linguistik dengan teknologi pendidikan dalam pembelajaran kosakata. Disini, pengintegrasian dengan bidang teknologi pendidikan menjadi pengisi interdisciplinary gap.
9. Geographical Gap (Celah Geografis)
Celah geografis terjadi ketika penelitian dilakukan dalam konteks geografis tertentu dimana perbedaan konteks geografis mempengaruhi hasil penelitian.
Contoh dalam penelitian Pendidikan Bahasa Inggris:
Penelitian tentang penerapan VR dan AR dalam pembelajaran bahasa Inggris mungkin belum relevan atau tidak sepenuhnya bisa diterapkan di Indonesia karena keterbatasan fasilitas di daerah-daerah pedesaan terpencil atau daerah dengan keterbatasan teknologi