Faktor-Faktor Penyebab Skor TOEFL Rendah
Banyak peserta TOEFL yang sebenarnya punya bekal kemampuan bahasa Inggris yang sudah cukup kuat. Mereka memahami struktur grammar, memiliki kosakata yang luas, dan terbiasa dengan konten berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Namun,
ketika hasil skor keluar, kenyataannya justru tidak sebanding dengan kemampuan
yang mereka miliki. Skor TOEFL mereka rendah, dan sering kali di bawah target
minimal yang dibutuhkan.
Pertanyaannya: Mengapa hal ini bisa terjadi?
Jawabannya tidak selalu terletak pada kemampuan bahasa yang lemah, melainkan pada manajemen waktu yang buruk saat tes berlangsung.
Dalam TOEFL, kecepatan memproses informasi, fokus, ritme pengerjaan, dan keputusan untuk berpindah dari satu soal ke soal lain adalah kunci yang sama pentingnya dengan kemampuan bahasa itu sendiri.
Mengapa Manajemen Waktu Bisa Jadi Penentu Skor TOEFL?
TOEFL adalah tes yang terstruktur dan sangat terikat waktu. Setiap bagian memiliki batas waktu yang ketat:
- Listening:
kita tidak bisa meminta audio diulang
- Structure & Written Expression:
soal banyak, waktu terbatas
- Reading:
teksnya panjang, pertanyaannya banyak, waktunya sangat terbatas.
Di sinilah masalah sering muncul.
Beberapa peserta tes mengalami masalah ini karena:
1. Terlalu lama pada satu soal
Mereka terjebak pada pertanyaan yang sulit, berharap menemukan jawaban
sempurna. Padahal, TOEFL bukan mencari kesempurnaan—tetapi ketepatan dan
strategi.
2. Kurang terbiasa dengan format tes
Tidak terbiasa mengerjakan soal under time pressure membuat mereka panik
ketika waktu tersisa sedikit.
3. Tidak latihan dengan timer
Persiapan yang tidak mensimulasikan waktu membuat peserta tidak peka dalam
mengatur tempo.
4. Membaca instruksi berulang kali
Padahal, instruksi TOEFL relatif sama. Gugup membuat mereka membuang waktu
berharga.
Strategi Manajemen Waktu untuk Skor yang Lebih Tinggi
Berikut beberapa cara praktis yang nyata terbukti membantu peserta mengoptimalkan waktu dan skor:
1. Latihan Harus Selalu Pakai Timer
Tidak ada latihan TOEFL yang efektif tanpa timer.
Manajemen waktu adalah skill, bukan sekadar feeling.
Mulai dari latihan listening, grammar, hingga reading, semuanya harus dilakukan dengan:
· durasi sesuai tes sama seperti tes sesungguhnya
· target waktu pengerjaan
· evaluasi sisa waktu
2. Terapkan Strategi “Skip and Return”
Satu soal sulit bisa memakan waktu setara 3 soal mudah. Jika butuh lebih dari 45 detik berpikir tanpa hasil, tinggalkan dulu.
Perlu diingat, untuk soal grammar, waktu untuk menjawab 1 soal kurang dari 1 menit saja.
Jadi jangan buang waktu untuk termangu-mangu memikirkan satu soal berlama-lama.
Tandai. Lanjut. Kembali jika sempat.
3. Kenali Pola dan Format Soal
Semakin paham struktur TOEFL, semakin sedikit
waktu terbuang.
Contoh:
- Listening short conversations → langsung tebak konteks sosial
- Structure soal 1–15: fokus pada bentuk kalimat
- Reading: jawab vocabulary dulu, inference belakangan
Sering-seringlah berlatih mengerjakan soal-soal latihan agar terbiasa menghadapi format tes TOEFL ini.
4. Gunakan Teknik Skimming & Scanning di Reading
Jangan membaca setiap detail di awal.
Baca cepat dulu, cari inti, baru cari detail sesuai pertanyaan.
Atau, baca soal dulu, cari kata kuncinya, lalu bawa kata kunci tersebut ke teks yang tersedia. Cari kata yang sama, sinonimnya, atau lawan katanya. Jawaban pertanyaan biasanya ada di sekitar kata kunci tersebut.
5. Jangan Panik di Listening
Ketika ketinggalan satu kata atau frasa, jangan panik. Terus lanjutkan fokus pada kalimat setelahnya. Panik hanya membuat kita kehilangan seluruh konteks.
Jika terlewat 1 nomor, segera MOVE ON.
Langsung alihkan fokus ke nomor berikutnya.
Bisa kita simpulkan bahwa TOEFL bukan sekadar tes bahasa, tapi tes strategi.
Time management dalam TOEFL bukan soal bakat, melainkan keterampilan teknis yang bisa dilatih.
Jika kita menargetkan skor 500, 550, hingga 600+, latihan intensif dengan timer, strategi berpikir cepat, dan kemampuan berpindah soal secara cermat adalah kunci sukses.
Ingat:
Dalam TOEFL, waktu tidak bisa diulangi.
Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan waktu, bukan dikuasai olehnya.