Digital Amnesia dan Cara Mengatasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Pernahkah Anda mendengar tentang digital amnesia? Meski asing di telinga kita, mungkin kita salah satu yang mengalaminya. Digital amnesia adalah fenomena ketika seseorang lebih mudah melupakan informasi karena terbiasa mengandalkan perangkat digital untuk menyimpan dan mengaksesnya.
Alih-alih mengingat hal-hal seperti nomor telepon, tanggal penting, atau fakta umum, kita lebih cenderung menitipkan memori kita ke perangkat seperti smartphone dan komputer. Istilah ini mencerminkan perubahan dalam cara otak kita menyimpan informasi di era digital.
Penyebab Digital Amnesia
1. Ketergantungan pada Teknologi
Banyak dari kita merasa nyaman dengan selalu memiliki akses cepat ke informasi melalui pencarian internet atau catatan digital.
2. Informasi Berlebihan (Information Overload)
Di era digital, kita dihadapkan dengan jumlah informasi yang sangat besar setiap hari. Akibatnya, otak kita secara alami mulai menyaring informasi yang dianggap kurang penting, mengandalkan teknologi untuk menyimpan atau mengaksesnya.
3. Memori Eksternal
Alat seperti aplikasi catatan, cloud storage, dan mesin pencari berfungsi sebagai 'otak eksternal'. Kita lebih memilih mengingat tempat untuk mencari informasi daripada mengingat informasi itu sendiri.
Dampak Digital Amnesia
1. Penurunan Daya Ingat
Ketergantungan pada perangkat untuk mengingat hal-hal dasar dapat melemahkan daya ingat kita. Ini termasuk kemampuan untuk mengingat nama, nomor telepon, atau detail penting dalam kehidupan sehari-hari.
2. Kurangnya Koneksi Emosional
Ketika kita mengandalkan perangkat untuk mengingat momen penting atau catatan pribadi, kita mungkin kehilangan keterikatan emosional terhadap informasi tersebut karena pengalaman menjadi lebih termediasi oleh teknologi.
3. Berubahnya Pola Belajar
Dalam dunia pendidikan, siswa mungkin lebih sulit mempertahankan informasi yang hanya dipelajari sebentar untuk ujian, dengan harapan bahwa semua jawaban akan tersedia secara online.
Mengurangi Risiko Digital Amnesia
1. Latih Daya Ingat
Melatih memori dengan menghafal informasi penting tanpa bantuan alat digital dapat memperkuat otak dan meningkatkan kemampuan kita untuk mengingat.
2. Batasi Penggunaan Teknologi
Mengurangi ketergantungan pada perangkat untuk mengingat semua informasi dapat mengurangi risiko digital amnesia. Misalnya, mencoba mengingat nomor telepon penting atau ulang tahun tanpa mencatatnya.
3. Gunakan Teknologi Secara Bijak
Alih-alih menggunakan teknologi untuk mengingat segalanya, prioritaskan informasi yang benar-benar penting. Pastikan kita tetap aktif dalam mengolah informasi daripada hanya mengandalkan penyimpanan data.
Untuk mengatasi digital amnesia dalam konteks belajar atau menggunakan bahasa Inggris, ada beberapa strategi yang dapat membantu memperkuat daya ingat dan mengurangi ketergantungan pada perangkat digital:
1. Gunakan Teknik Mnemonik
Mnemonik adalah cara mengingat informasi melalui asosiasi kata atau gambar yang menarik perhatian. Dalam belajar kosakata baru dalam bahasa Inggris, kita bisa membuat akronim, permainan kata, atau asosiasi lucu untuk memudahkan mengingat kata-kata.
Contoh:
Untuk mengingat kata “embarrassed” (malu), kita bisa mengaitkannya dengan “bear” karena membayangkan diri kita seperti beruang yang lucu dalam situasi yang canggung.
2. Catat dengan Tangan
Mencatat kosakata, frasa, atau tata bahasa dalam bahasa Inggris dengan tangan, bukan di ponsel atau komputer, dapat membantu memperkuat daya ingat. Menulis secara fisik menciptakan keterikatan yang lebih dalam terhadap informasi daripada mengetiknya di layar.
Cobalah untuk memiliki jurnal belajar bahasa Inggris dan tulis hal-hal yang kita pelajari setiap hari.
3. Latihan Berulang
Metode ini melibatkan pengulangan informasi secara berkala dalam interval waktu tertentu, yang dapat membantu mengingat kata-kata dan konsep yang sulit. Kita bisa menggunakan kartu flash (flashcards) untuk melatih kosakata baru.
Ada aplikasi yang mendukung metode ini, tetapi pastikan untuk tidak hanya bergantung pada aplikasi—latih juga daya ingat kita secara manual.
4. Gunakan dalam Konteks Nyata
Salah satu cara terbaik untuk mengingat kosakata dan tata bahasa bahasa Inggris adalah dengan menggunakannya dalam percakapan atau menulis esai dan cerita pendek. Berbicara dengan teman, menulis jurnal, atau membuat konten media sosial dalam bahasa Inggris dapat meningkatkan daya ingat kita.
Menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata membantu otak mengaitkan kata atau frasa dengan pengalaman hidup yang konkret.
5. Hindari Multitasking saat Belajar
Fokus penuh saat belajar bahasa Inggris tanpa gangguan dari perangkat lain seperti media sosial atau aplikasi chat. Ketika benar-benar fokus pada belajar, memori jangka panjang menjadi lebih kuat dan lebih efektif.
6. Latihan Mengingat Tanpa Teknologi
Tantang diri sendiri untuk mengingat kosakata atau frasa tertentu tanpa melihat ke catatan atau perangkat digital. Ulangi kata-kata dalam pikiran kita atau ajak teman untuk bermain kuis kosakata.
Misalnya, coba mengingat lima kata yang baru kita pelajari dan gunakan dalam satu kalimat tanpa melihat catatan.
7. Aplikasi dan Permainan dengan Batasan
Jika kita menggunakan aplikasi bahasa seperti Duolingo atau Memrise, tetapkan batasan waktu untuk penggunaannya. Ini memastikan bahwa kita tetap melibatkan daya ingat alami kita, bukan sepenuhnya mengandalkan aplikasi.
8. Meditasi dan Mindfulness
Teknik meditasi membantu kita meningkatkan kesadaran terhadap pikiran dan perhatian, yang dapat membantu mempertahankan ingatan saat belajar bahasa Inggris.
Dengan berlatih mindfulness, kita lebih sadar saat mempelajari kosakata baru, membuatnya lebih mudah diingat.
9. Rekam Diri Kita
Membaca keras-keras atau merekam diri kita saat berbicara dalam bahasa Inggris dapat membantu mengingat kosakata yang kita gunakan. Mendengarkan rekaman ini kembali memperkuat memori auditori kita.
Dengan menggabungkan berbagai teknik ini, kita dapat melatih daya ingat dan mengurangi ketergantungan pada perangkat digital saat belajar bahasa Inggris, memperkuat pemahaman dan kemampuan berbahasa kita secara alami.
Smoga strategi-strategi di atas dapat membantu mengurangi resiko terjadinya digital amnesia.