Deep Fake itu apa?

Dalam era digital yang semakin canggih, Artificial Intelligence (AI) telah menjadi alat yang mampu menciptakan tiruan dan pemalsuan yang sulit dibedakan dari kenyataan. Pemalsuan berbasis AI tidak hanya digunakan untuk hiburan atau pendidikan, tetapi juga bisa menjadi ancaman serius dalam penyebaran informasi palsu dan penipuan. Oleh karena itu, memahami jenis-jenis pemalsuan yang dapat dilakukan AI dan cara mengenalinya menjadi sangat penting di tengah derasnya arus informasi saat ini.
Berikut contoh-contoh untuk masing-masing jenis pemalsuan AI yang telah dijelaskan sebelumnya:
1. Deepfake
Definisi:
Pemalsuan video atau audio dengan mengganti wajah atau suara seseorang menggunakan AI.
Contoh:
Sebuah video menunjukkan seorang selebriti memberikan pidato kontroversial. Namun,
setelah diselidiki, video tersebut ternyata adalah deepfake yang dibuat
untuk merusak reputasi selebriti tersebut.
“The deepfake video showed a politician saying things they never actually said.”
2. Voice Cloning
Definisi:
Penggunakan teknologi AI untuk meniru suara seseorang dengan sangat mirip.
Contoh:
Penipu menggunakan AI untuk meniru suara seorang CEO dan memerintahkan
karyawannya mentransfer dana ke rekening tertentu.
“The scammer used voice cloning to impersonate the company's CEO.”
3. Data Forgery (Pemalsuan Data)
Definisi:
Manipulasi atau pembuatan data palsu menggunakan AI.
Contoh:
Sebuah perusahaan menggunakan data sintetis untuk membuat laporan keuangan yang
tampak sehat, padahal sebenarnya palsu.
“The financial report contained forged data generated by an AI system.”
4. Textual Fabrication (Pemalsuan Teks)
Definisi:
Pembuatan teks dengan menggunakan AI yang didasarkan pada/meniru gaya penulisan tertentu.
Contoh:
AI digunakan untuk membuat artikel berita palsu yang terlihat meyakinkan dan
disebarkan di media sosial.
“The AI-generated article spread misinformation about the election.”
5. Image Synthesis (Sintesis Gambar)
Definisi:
Pembuatan gambar realistis yang sepenuhnya buatan AI.
Contoh:
Sebuah foto yang dibuat AI yang menampilkan sebuah gambar yang menampakkan
seseorang melakukan sesuatu yang melanggar norma/hukum yang digunakan untuk
memfitnah orang tersebut
“The AI-generated image looked so real that people thought he really had an affair with her secretary.”
Berdasarkan tujuan, ada beberapa tipe pemalsuan/tiruan oleh AI. Antara lain:
1. Malicious Forgery (Pemalsuan Jahat)
Contoh:
Sebuah video palsu dibuat untuk menyebarkan informasi salah/memfitnah seorang
tokoh politik.
“The malicious forgery aimed to discredit the candidate during the election.”
2. Benign Synthesis (Sintesis Netral)
Contoh:
Sebuah film menggunakan deepfake untuk menghidupkan kembali tokoh sejarah dalam
adegan tertentu.
“The benign synthesis in the documentary recreated historical figures using AI.”
3. Identity Theft (Pencurian Identitas)
Contoh:
AI digunakan untuk mencuri foto dan data seseorang, lalu membuat profil palsu
di media sosial.
“The identity theft involved using AI to clone personal information for fraudulent purposes.”