Arti very demure, very mindful

Tren very demure, very mindful – apakah kita sudah benar dalam mengartikan trend-joke tersebut?
Salah satu konten creator tiktok, Jools Lebron, mengguncang media sosial dengan postingan yang baru- baru ini ia unggah (Jools Lebron video). “you see how I do my make-up for work? Very demure. Very mindful,” ucapnya pada video. “A lot of you girls go to the interview looking like Marge Simpson and go to the job looking like Patty and Selma. Not demure." Sambungnya dalam video tesebut.
(“kalian lihat bagaimana aku make-up untuk berangkat kerja? Sangat sopan. Sangat diperhatikan,”)
(“banyak wanita-wanita yang pergi wawancara dengan penampilan seperti Marge Simpson dan berangkat bekerja seperti Patty and Selma. Ini tidak sopan”)
Jokes “very demure, very mindful” dilihat oleh warga sosial media dengan banyak sudut pandang. Beberapa menilai bahwa tren ini untuk mencintai diri sendiri apa adanya (self-love) dengan menghiraukan komentar orang lain, adapun individu yang melihat trend-joke ini dengan berbeda. Mereka mengartikan lelucon viral ini sebagai bentuk keinginan agar para wanita berperilaku seperti di era Victoria dulu, menjadi trad wife (traditional wife).
Namun, apa arti kata “very demure, very mindful” itu sendiri dalam Bahasa Indonesia? Serta mengapa banyak opini yang berbeda?
Dalam Bahasa Inggris “demure” digunakan sebagai kata sifat untuk menggambarkan seseorang yang memiliki karakter berkelas, pemalu, pendiam, dan Anggun. Demure sering kita jumpai untuk Perempuan yang berpenampilan sederhana dengan pesona yang menawan serta karisma elegan.
“she is popular and well-loved by everyone because her very demure outlook”
(dia terkenal dan di sukai semua orang karena sikapnya yang sangat anggun)
Sama halnya dengan kata demure kata “mindful” juga merupakan kata sifat akan tetapi mindful digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sangat perhatian atau sadar penuh atas apa yang terjadi di sekitar lingkungannya. Orang yang digambarkan dengan kata mindfull adalah mereka yang sangat teliti dengan detail-detail yang sering diabaikan oleh orang lain dalam melakukan sesuatu.
"The teacher is very mindful of the different learning styles in her classroom so all of the students will enjoy the class." (Guru itu sangat memperhatikan gaya belajar yang bervariasi di kelasnya sehingga semua siswa dapat menikmati pelajaran.”)
Namun, tak semua warga sosmed mengartikannya seperti tersebut, mengapa ini bisa terjadi?
Well, seperti yang kita ketahui semua Bahasa di dunia ini memiliki ekspresi dalam setiap frasa yang di miliki, adanya perbedaan sudut pandang, ekspresi/ungkapan dalam masing-masing indifidual, dan di dukung dengan isu lingkungan sekitar ini lah yang menjadi faktor. Seperti istilah “blue” yang dimana memiliki arti warna biru namun pada situasi tertentu blue dapat di gunakan untuk mengekspresikan keadaan sedih.
“I feel blue right now” (aku sedang sedih sekarang)
Gershom Mabaquiao, seorang penulis, juga menjelaskan faktor lain yakni Video jokes “very demure, very mindful” ini bermula dari “ketidakseriusan dalam mempresentasikan diri” tren yang secara tidak sengaja booming dari media sosial menimbulkan adanya perbedaan lensa dikarenakan masuknya ke dalam publik dengan penafsiran secara harfiah atau keras.
(ARD)