PRISMA dalam SLR Itu Apa, Sih?
Kalau kamu serius mau bikin Systematic Literature Review (SLR), ada satu istilah yang hampir pasti muncul: PRISMA.
PRISMA adalah singkatan
dari:
Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses
Artinya, ini adalah panduan standar internasional untuk memastikan laporan SLR kamu jelas, transparan, sistematis, dan bisa dipercaya
PRISMA dikembangkan oleh komunitas ilmiah global dan sering jadi “standar wajib” di jurnal bereputasi Scopus.
Kenapa PRISMA Penting?
Tanpa PRISMA, SLR kamu bisa dianggap terlalu subjektif, tidak transparan, sulit direplikasi.
Dengan PRISMA, pembaca bisa tahu artikel dipilih dari mana, disaring bagaimana, dan kenapa hasilnya seperti itu.
Diagram PRISMA adalah bagian yang paling terkenal. Isinya menunjukkan alur seleksi artikel dari awal sampai akhir.
Empat Tahapan Utama PRISMA
1. Identification (Identifikasi)
Tahap awal:
- Kamu mencari artikel dari database seperti Scopus atau Google Scholar
- Hasilnya bisa ratusan bahkan ribuan artikel
2. Screening (Penyaringan Awal)
- Hapus duplikat
- Seleksi berdasarkan judul dan abstrak
Biasanya jumlah artikel mulai berkurang drastis di sini
3. Eligibility (Kelayakan)
- Baca full-text
- Cek apakah artikel benar-benar sesuai dengan topik dan kriteria
4. Included (Artikel Terpilih)
- Artikel yang lolos semua tahap
- Inilah yang dianalisis dalam SLR kamu
Apa Saja Isi PRISMA Selain Diagram?
PRISMA tidak hanya diagram, tapi juga checklist (daftar cek) yang berisi:
- cara menulis judul
- struktur abstrak
- metode pencarian
- proses seleksi
- hingga pelaporan hasil
Tujuannya satu, yaitu memastikan laporan kamu lengkap dan tidak “asal review”
Saat ini sudah ada versi terbaru PRISMA yang lebih detail, lebih sesuai dengan perkembangan penelitian digital, lebih ketat dalam transparansi
Singkatnya, PRISMA adalah “peta jalan” untuk membuat SLR yang berkualitas tinggi
Tanpa PRISMA, kualitas review
yang dihasilkan biasa saja, sedangkan
dengan PRISMA, reviewnya ilmiah dan kredibel